murianetwork.com. Pembacaan keputusan sidang etik yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi sebenarnya seperti anti klimaks. Setelah Ketua KPK non aktif Firli Bahuri resmi mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden RI.
Baca Juga: Sebuah Ledakan Bom Terjadi Di Dekat Kedutaan Besar Israel Di New Delhi India
Walupun terkesan terlambat tapi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) akhirnya menyatakan Komisioner nonaktif KPK Firli Bahuri terbukti telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku terkait pertemuan dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan lain-lain.
Firli dinilai telah melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a atau Pasal 4 ayat 1 huruf j dan Pasal 8 ayat e Peraturan Dewas KPK Nomor 3 Tahun 2021.
"Menjatuhkan sanksi berat kepada terperiksa berupa diminta mengajukan pengunduran diri sebagai pimpinan KPK," ujar Ketua Majelis Etik Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat membacakan amar putusan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Rabu (27/12).
Artikel Terkait
Gempa 7,1 SR Guncang Melonguane, Getaran Terasa hingga Ternate
Profesor Didin Soroti Tantangan Ideologis Umat Islam di Tengah Arus Sekularisasi
Rocky Gerung Soroti Isu Kemanusiaan dan Lingkungan dalam Pidato Megawati di Rakernas PDIP
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Dilaporkan Polisi, Diduga Tipu Investor