Menag Minta Hasil Kongres Umat Islam Diserahkan ke Pemerintah untuk Program Kerja

- Senin, 27 Juli 2026 | 01:06 WIB
Menag Minta Hasil Kongres Umat Islam Diserahkan ke Pemerintah untuk Program Kerja

Menteri Agama Nasaruddin Umar menutup rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (26/7). Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh hasil pembahasan selama tiga hari kongres diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Agama untuk dijadikan bahan penyusunan program kerja.

"Mohon seluruh hasil-hasil kongres yang dibicarakan selama tiga hari itu disampaikan ke pemerintah, dalam ini Kementerian Agama. Insyaallah itu semuanya kami akan jadikan program kerja," ujarnya.

Menurut Nasaruddin, pemerintah meyakini banyak gagasan yang lahir dari forum KUII dapat menjadi kontribusi nyata. Ia menekankan pentingnya sinergi antara MUI dan pemerintah. "Jadi Majelis Ulama akan meringankan bebannya pemerintah, tapi sebaliknya juga pemerintah akan meringankan beban dan tugasnya Majelis Ulama Indonesia," ucap Nasaruddin.

Semangat saling membantu tersebut, kata Nasaruddin, sejalan dengan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih di tengah keberagaman Indonesia. "Kalau saling meringankan beban satu sama lain, maka itulah inti yang disampaikan tadi oleh Ketua MUI kita. Bahwa persatuan dan kesatuan itu suatu keniscayaan bagi bangsa yang sangat plural sekarang ini," katanya.

Nasaruddin berharap hasil KUII ke-8 tidak hanya berhenti sebagai rekomendasi, tetapi juga menjadi pijakan untuk membawa Indonesia memiliki peran yang lebih besar di tingkat global. Ia bahkan berharap tema kongres pada masa mendatang dapat mengangkat cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam modern dunia.

"Dan ujungnya nanti insyaallah tentu kita berharap apa yang kita lakukan baru-baru ini kongres yang ke-8, mungkin tema yang akan datang, kita harus lebih berani sedikit untuk mengangkat bagaimana menjadikan Indonesia sebagai epicentrum peradaban dunia modern Islam yang akan datang," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags