Gubernur Sulteng Anwar Hafid Biayai Sendiri Pembangunan Jembatan untuk Pelajar di Banggai

- Minggu, 26 Juli 2026 | 21:54 WIB
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Biayai Sendiri Pembangunan Jembatan untuk Pelajar di Banggai

Pelajar di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, terpaksa menyeberangi sungai setiap hari untuk sampai ke sekolah. Belum ada akses yang layak di wilayah itu.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memutuskan membiayai pembangunan jembatan penyeberangan dari kantong pribadi. Langkah itu diambil sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan melalui mekanisme APBD.

“Hati nurani saya terpanggil secara pribadi, jadi spontanitas saja setelah membaca berita media dan melihat foto anak-anak sekolah yang menyeberang sungai saat banjir,” kata Anwar Hafid.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan menyangkut hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Keselamatan dan kelancaran perjalanan mereka menjadi prioritas utama.

“Karena kepentingan anak-anak untuk sekolah jadi yang paling utama buat saya,” ujar dia.

Anwar Hafid mengaku teringat pengalaman masa lalunya saat SMP di Morowali sekitar 40 tahun silam. Ia pun harus berjuang melewati medan sulit untuk bersekolah.

“Kondisi tersebut mengingatkan dengan perjuangan saya semasa dulu waktu masa sekolah SMP di Morowali 40 tahun silam,” ungkapnya.

Ia menyadari pembangunan permanen idealnya melalui APBD, tetapi prosesnya memakan waktu. Sementara itu, anak-anak tidak bisa menunda sekolah hanya karena belum ada jembatan.

“Kalau menunggu mekanisme APBD masih lama, jadi kita lakukan antisipasi sementara saja dulu karena anak sekolah tidak boleh libur hanya karena tidak ada jembatan penyeberangan,” ujarnya.

Pemerhati dan praktisi pendidikan Indra Charismadji mengapresiasi langkah Anwar Hafid. Menurutnya, keputusan itu menunjukkan kepekaan, keberanian, dan respons cepat seorang pemimpin terhadap persoalan nyata masyarakat.

“Langkah Gubernur Anwar Hafid patut diapresiasi sebagai wujud kepekaan, keberanian, dan respons cepat seorang pemimpin terhadap penderitaan konkret masyarakat,” kata Indra Charismadji.

Ia menambahkan, respons cepat diperlukan ketika persoalan menyangkut keselamatan dan keberlangsungan pendidikan. Risiko yang dihadapi pelajar terjadi setiap hari.

“Anak-anak tidak dapat diminta menunggu siklus anggaran berikutnya sementara setiap hari mereka harus menghadapi risiko ketika pergi ke sekolah,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen membangun infrastruktur secara masif. Melalui skema Multi Years Contract (MYC), Pemprov Sulteng telah menggelontorkan Rp 604,8 miliar untuk membangun jalan di seluruh wilayah. Pada 2026, melalui program Berani Lancar, dialokasikan Rp 208,98 miliar untuk jalan dan jembatan, mencakup 57 ruas jalan dan 10 jembatan di berbagai daerah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags