BGN Pastikan Jumlah Penerima dan Anggaran MBG Turun Setelah Refocusing Data

- Selasa, 21 Juli 2026 | 23:24 WIB
BGN Pastikan Jumlah Penerima dan Anggaran MBG Turun Setelah Refocusing Data

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan jumlah penerima manfaat dan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berkurang setelah proses refocusing dan penyisiran data rampung. Wakil Ketua BGN sekaligus Juru Bicara Agustinus Arumsari mengatakan pihaknya diberi waktu satu bulan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mempertajam tata kelola dan menyisir ulang data penerima.

“Kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam lagi tata kelolanya, diberi waktu sebulan. Jadi nanti dengan hasil penyisiran lagi dari 62,7 (juta penerima manfaat), itu saya yakin sebenarnya nanti akan otomatis mengikuti,” kata Arumsari dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Selasa (21/7).

Ia menegaskan jumlah penerima dan anggaran masih terus dihitung sehingga angka final belum bisa diumumkan. Namun, keduanya dipastikan akan turun dibanding rencana awal. “Yang jelas pasti akan turun. Jadi setelah nanti prosesnya selesai, angkanya tidak akan 268 (triliun rupiah) lagi. Tapi tunggu sampai benar-benar final,” ujarnya.

Arumsari menjelaskan pengurangan ini bukan semata-mata untuk menghemat anggaran, melainkan hasil pembenahan data agar program tepat sasaran. Dalam penyisiran, misalnya, BGN menemukan sekolah yang dilayani oleh dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Temuan semacam itu berpotensi menyebabkan pemborosan.

“Kalau ketemu nanti yang begitu, otomatis penerima manfaatnya juga berarti ada yang kemungkinan kemarin terbuang, karena sebenarnya harusnya enggak segitu. Karena Dapodik sebenarnya memang enggak segitu jumlahnya,” kata Arumsari.

Presiden Prabowo pun meminta agar tidak lagi mengejar target jumlah penerima, melainkan mengutamakan kualitas pelaksanaan. “Beliau (Presiden) tidak lagi menargetkan angka tertentu, tapi perbaiki kualitas. Benar-benar memang yang tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan anggaran MBG 2026 sementara telah turun dari Rp 268 triliun menjadi Rp 229 triliun sebagai bagian dari efisiensi. Namun, angka itu masih bersifat sementara dan bisa berubah setelah refocusing selesai.

“Untuk sementara 2026 ini kita juga sudah ada efisiensi anggaran. Dari Rp268 triliun itu menjadi Rp229 triliun sementara. Tapi itu sebelum dilakukan penyisiran ulang, refocusing penerima manfaat, dan juga perubahan tata kelola,” kata Lili.

Menurut dia, BGN masih mengevaluasi berbagai aspek agar anggaran negara digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Arumsari menambahkan, hasil refocusing akan dibahas bersama Kementerian Keuangan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan. Angka final akan diumumkan setelah mendapat persetujuan Presiden.

“Nanti finalnya ya yang disampaikan oleh Pak Presiden, didengarkan saja waktu Nota Keuangan,” kata Arumsari.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags