Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol bersama warga di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta, Senin dini hari. Ia hadir bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Menurut Tito, kegiatan nobar bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membangun kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar nobar digelar secara luas dengan dukungan stasiun televisi nasional dan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari para kepala daerah, antusiasme masyarakat terhadap perhelatan sepak bola dunia yang digelar empat tahun sekali itu sangat tinggi. "Di daerah-daerah, saya juga dapat laporan dari kepala-kepala daerah, nobarnya ramai. Untuk menunjukkan kebersamaan, hiburan, kekompakan, sekaligus mendorong ekonomi," katanya.
Terkait jalannya pertandingan, Tito mengakui Spanyol cukup mendominasi. Namun, ia menegaskan hasil pertandingan bukanlah hal utama. "Harus diakui bahwa pertandingan ini didominasi oleh Spanyol, dan memang wajar kalau Spanyol yang menang, sportif. Tapi yang lebih penting bagi saya, acara ini dilaksanakan di Menteng Tenggulun, bersama-sama masyarakat. Kemudian oleh Pak Ara Sirait tadi, [Kepala] BPS, itu menunjukkan kebersamaan kita," ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui momentum Piala Dunia dapat terus terjaga. Selain itu, ia berharap aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meski ajang tersebut telah berakhir. "Piala Dunia berakhir, kita harapkan ekonomi kita tetap berjalan dengan bagus," pungkasnya.
Artikel Terkait
Enzo Fernandez Bungkam soal Kartu Merah Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia
Mendagri Tito Prihatin Kepala Daerah Masih Terjerat Korupsi Meski Sudah Diberi Pembekalan
Tito Karnavian Prihatin Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK
Penampilan Kontras Justin Bieber Mewarnai Half-Time Terlama dalam Sejarah Piala Dunia