Penasihat Grand Syekh Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Nahla Al-Saidi, hadir dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) XIII dan Tablig Akbar Pesantren Elkisi di Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (19/07/2026). Di hadapan ribuan peserta, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya forum besar yang mempertemukan umat Islam dari berbagai daerah tersebut.
“Saya sangat bahagia dapat hadir dalam forum Silaturahmi Nasional ke-13 ini. Saya mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Silatnas yang luar biasa ini,” ujar Prof. Nahla. Ia juga menyampaikan salam dan penghormatan kepada Direktur Pesantren Elkisi, KH Fathur Rohman, serta seluruh peserta.
Menurutnya, Indonesia adalah negeri yang memiliki kecintaan besar terhadap ilmu, akhlak, dan Islam. Karena itu, Grand Syekh Al-Azhar memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, termasuk hubungan dengan Pesantren Elkisi.
Silaturahmi Menghidupkan Hubungan yang Terputus
Dalam sambutannya, Prof. Nahla mengingatkan pentingnya menjaga tali silaturahmi sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Hakikat silaturahmi bukan sekadar membalas kebaikan orang yang telah berbuat baik, melainkan ketika seseorang berusaha menyambung kembali hubungan yang telah terputus. Ia mengutip sabda Rasulullah saw. dari hadis riwayat Al-Bukhari: “Orang yang menyambung silaturahmi bukanlah orang yang membalas kebaikan, melainkan orang yang apabila silaturahmi-nya diputus, ia menyambungnya kembali.”
Silaturahmi merupakan jalan untuk menyebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, saling memaafkan, serta menghadirkan perdamaian di tengah masyarakat. “Melalui silaturahmi kita memperoleh keridaan Allah Swt.,” ujarnya. Prof. Nahla juga menyampaikan apresiasi kepada KH Fathur Rohman atas keberhasilan menyelenggarakan Silatnas XIII. “Semoga Allah Swt. melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dan menjaga seluruh keluarga kita,” doanya.
Kagum dengan Perkembangan Pesantren Elkisi
Sebelum memberikan sambutan, Prof. Nahla diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas pendidikan yang dimiliki Pesantren Elkisi. Ia mengunjungi Gedung Ma’had Lughah Elkisi, Gedung Azhari, lapangan sepak bola, serta kompleks pendidikan terpadu dari jenjang SD hingga SMA. Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. Ia mengaku bangga melihat perkembangan Pesantren Elkisi yang terus membangun kualitas pendidikan umat.
Prof. Nahla juga menyinggung besarnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo. Dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa Indonesia di Al-Azhar membuat seolah-olah Indonesia sedang “menjajah” Al-Azhar. Ucapan tersebut disambut tawa para hadirin.
Dakwah Membutuhkan Ketangguhan
Pada kesempatan yang sama, dai senior Ustaz Daeng Romli turut memberikan sambutan untuk membagikan pengalamannya. Ia pernah bertugas bertahun-tahun berdakwah di Timor Timur dan kini menetap di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, medan dakwah di kawasan pedalaman tidaklah mudah dan menuntut dedikasi tinggi. Para dai harus memiliki ketangguhan mental, kesabaran, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. “Dakwah di pedalaman memerlukan ketangguhan yang kuat. Seorang dai harus siap menghadapi berbagai masalah dan tantangan,” ujarnya.
Di hadapan para dai muda Dewan Dakwah yang hadir, Ustaz Daeng memberikan motivasi agar mereka bangga menjalankan amanah dakwah. “Allah telah memilih Anda menjadi seorang dai. Tidak semua orang memperoleh pilihan tersebut,” katanya. Karena itu, ia mengajak seluruh dai untuk terus menjaga keikhlasan dalam berjuang di jalan Allah Swt. Mereka harus meyakini bahwa pertolongan Allah Swt. akan senantiasa menyertai setiap langkah dakwah yang dilakukan dengan niat yang benar.
Silatnas XIII Pesantren Elkisi tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kerja sama internasional dengan Al-Azhar. Pesan-pesan yang disampaikan para tokoh tersebut menegaskan bahwa ilmu, persaudaraan, dan dakwah merupakan tiga pilar penting dalam membangun peradaban umat.
Artikel Terkait
Pesantren Elkisi Bangun Masjid Empat Lantai dan Kirim 127 Santri ke Al-Azhar