Seniman Butet Kartaredjasa baru saja memenuhi undangan khusus bertemu Paus Leo XIV di Vatikan. Pengalaman langka itu terasa semakin istimewa karena sang ayah, Bagong Kussudiardja, pernah melakukan hal serupa setengah abad lalu.
Bagong, yang juga seniman asal Yogyakarta, diterima Paus Paulus VI pada 1973. Kala itu, ia mendapat penghargaan atas fragmennya tentang Perjalanan Yesus Kristus. "Yang istimewanya, Pak Bagong, Ayah saya, tahun 73 ketika saya masih SMA itu juga pernah diterima Paus Paulus VI, menyerahkan lukisan batik, penyalipan Yesus, versi wayang juga," kata Butet dalam program Perspektif One on One di kanal YouTube Terus Terang Media, Rabu (15/07/2026).
Tak hanya sama-sama seniman dari Yogyakarta, keduanya juga mengenakan pakaian adat Jawa saat menghadap Paus. Butet mengaku tidak merencanakan hal itu, semata-mata terjadi secara kebetulan. "Saya hanya ingin menunjukkan identitas bangsa saya, inilah saya, Indonesia, saya punya busana yang tidak ada di dunia yang lain. Itu bagian dari kebanggaan saya sebagai orang Jawa itu tadi, saya perlihatkan. Dan memang dari semua yang duduk akan diterima Paus, cuma saya dan istri saya yang pakai busana Jawa," ujarnya.
Perjalanan Butet bersama istrinya menemui Paus Leo XIV tidaklah mudah. Ia mengibaratkannya seperti Jalan Salib, tema lukisan yang diserahkannya kepada Paus. "Lega, saya sudah melaksanakan Via Crucis, Jalan Salib itu, saya sudah melalui kesengsaraan untuk mencapai kebahagiaan saya. Real, saya alami itu," katanya.
Sebagai hadiah, Butet menyerahkan lukisan kaca bertema Jalan Salib versi Punakawan Jawa. Ia bangga karena lukisan itu kini terpajang di Museum Vatikan. "Ya sekarang masuk di Museum Vatikan. Jadi, saya boleh bangga kolektor saya, salah satunya Paus Leo. Saya kalau ada di biografi saya, saya berani menyebutkan real, ada fakta, ada foto, ada video bahwa lukisan saya berada di dalam Museum Vatikan," ujar Butet.
Banyak teman di Indonesia, terutama yang beragama Katolik, menyampaikan kekaguman dan rasa haru. Sebab, bertemu pemimpin tertinggi Gereja Katolik merupakan mimpi bagi banyak penganut. Bagi Butet, ini bukan sekadar kesempatan emas, melainkan pengalaman bersejarah yang tak ternilai. "Makanya, bagi saya sangat bersejarah, saya bersyukur bertemu, saya ucapkan Alhamdulillah," katanya.
Artikel Terkait
Butet Kartaredjasa: Rezeki Melimpah Datang Saat Tak Lagi Mengejar
Butet Kartaredjasa Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Persembahkan 14 Lukisan Jalan Salih