Pencarian Korban KM Nurul Salsa Masuki Hari Ketiga, TNI AU Kerahkan Pesawat Boeing

- Jumat, 17 Juli 2026 | 17:00 WIB
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Masuki Hari Ketiga, TNI AU Kerahkan Pesawat Boeing

Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan 27 penumpang kapal KM Nurul Salsa yang karam di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan pada Rabu (15/7) malam dan dinyatakan tenggelam pada Kamis (16/7) dini hari.

Pada hari ketiga pencarian, TNI AU turut membantu dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa penambahan kekuatan ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian.

"Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin," kata Arif dalam keterangannya, Jumat (17/7).

KN SAR Kamajaya membawa 32 personel yang bertugas menyisir Sektor II dengan cakupan area sekitar 90 nautical mile persegi di perairan Selayar. Sementara itu, pesawat Boeing B737-200 yang membawa 17 personel melakukan pemantauan dari udara di sekitar lokasi kejadian.

Di sisi lain, KRI Marlin 877 melanjutkan operasi di Sektor I seluas 102 nautical mile persegi sesuai rencana Search and Rescue Planning (SARMAP). Arif menjelaskan bahwa pembagian sektor ini dilakukan agar seluruh area potensial dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara.

"Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara," ujarnya.

Operasi SAR pada hari ketiga difokuskan pada penyisiran permukaan laut dan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa serta area yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban berdasarkan kondisi arus, angin, dan cuaca.

"Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," tutup Arif.

Sebelumnya, Tim SAR menyebut kapal tenggelam berawal dari gangguan mesin hingga terdampak gelombang laut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags