Diego Maradona, legenda sepak bola Argentina yang wafat pada 2020, bukan hanya dikenal karena kehebatannya di lapangan hijau. Semasa hidup, ia juga vokal menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan gerakan progresif dunia.
Maradona dielu-elukan sebagai seorang sosialis sayap kiri anti-imperialis. Ia dekat dengan mendiang pemimpin Venezuela Hugo Chavez, Presiden Kuba Fidel Castro, dan Evo Morales dari Bolivia. Beberapa kali ia terlihat mendampingi Chavez dengan mengenakan kemeja anti-George Bush. Tanpa ragu, ia mendukung Palestina bahkan setelah pensiun.
Saat Maradona meninggal, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyampaikan belasungkawa melalui Twitter. “Kami sangat sedih atas kematian salah satu pesepakbola terhebat, 'Maradona', yang dikenal atas dukungannya pada gerakan Palestine,” tulisnya.
Pada 2012, Maradona menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu rakyat Palestina'. “Saya menghormati mereka dan bersimpati dengan mereka. Saya mendukung Palestina tanpa ragu,” katanya.
Dua tahun kemudian, saat serangan musim panas Israel di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 3.000 warga Palestina, Maradona mengungkapkan kemarahan. “Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina sangat memalukan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Pada 2015, beredar kabar bahwa Maradona tengah bernegosiasi dengan Asosiasi Sepakbola Palestina untuk melatih tim nasional Palestina pada Piala Asia AFC 2015. Rencana itu tidak terwujud.
Pada Juli 2018, ia bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Moskow. “Dalam hati, saya orang Palestina,” kata Maradona sambil memeluk Abbas.
Di tahun yang sama, ia juga mengkritik peran Amerika Serikat di Suriah. “Anda tidak perlu kuliah untuk mengetahui bahwa Amerika Serikat ingin menghapus Suriah dari keberadaannya,” katanya.
Artikel Terkait
Penulis Tere Liye Bantah Dikotak-kotakkan soal Bola, Soroti Dukungan Argentina ke Israel
Indonesia Siap Dukung Rekonstruksi Kebudayaan Palestina, Termasuk Pendirian Museum Perjuangan di TMII
Javier Bardem Kibarkan Bendera Palestina di Piala Dunia 2026, Picu Perdebatan
Indonesia dan Spanyol Bahas Kerja Sama Budaya serta Dukungan untuk Palestina