PPSDM Kemendikdasmen Terapkan Keadilan Proporsional dalam Latsar CPNS Dosen

- Jumat, 10 Juli 2026 | 12:00 WIB
PPSDM Kemendikdasmen Terapkan Keadilan Proporsional dalam Latsar CPNS Dosen

Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Dosen di PPSDM Kemendikdasmen pada akhir Juni hingga awal Juli lalu menjadi bukti bahwa birokrasi modern bisa berjalan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Alih-alih menerapkan aturan kaku dan seragam, lembaga ini justru mengedepankan keadilan proporsional (equity) yang menyesuaikan perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta.

PPSDM Kemendikdasmen, bersama Kemendiktisaintek dan LAN RI, memberikan perhatian khusus kepada peserta yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki kondisi khusus. Mereka mendapat dispensasi akomodasi, seperti diizinkan pulang jika rumah terjangkau atau dibantu mencari tempat tinggal di sekitar lokasi pelatihan agar keluarga bisa mendampingi. Peserta dengan balita juga diberi kelonggaran meninggalkan kelas lebih awal untuk memenuhi hak anak.

Kebijakan ini menuai apresiasi di media sosial. Seorang peserta menulis, "I do appreciate the whole system that support working mother during latsar. Ultimately, by granting us to sleep outside dorm due to parenting role we can not suddenly drop and stop. Acknowledging that not everyone has extended family support during this crucial time." Testimoni itu menyoroti realitas bahwa tidak semua perempuan memiliki keluarga besar yang bisa membantu mengasuh anak saat mereka bertugas.

Menariknya, perlakuan khusus ini tidak menimbulkan kecemburuan di antara peserta reguler. Manajemen pelatihan berhasil mengomunikasikan kebijakan secara transparan, sehingga semua pihak memahami bahwa dispensasi tersebut adalah bentuk pemenuhan hak, bukan keistimewaan berlebihan.

Latsar PPSDM Kemendikdasmen memberikan pelajaran berharga bagi instansi publik lain di Indonesia. Menjadi aparatur sipil negara yang disiplin dan profesional tidak harus dimulai dengan memotong ikatan kemanusiaan seorang ibu dengan anaknya. Dengan menerapkan keadilan proporsional, PPSDM tidak hanya mencetak dosen kompeten, tetapi juga menanamkan nilai empati dan inklusivitas sejak awal pengabdian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags