Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya angkat bicara terkait berbagai isu yang mengemuka belakangan ini. Dalam konferensi pers pada Jumat (10/7/2026), ia memberikan klarifikasi soal temuan aset, hubungan dengan institusi Polri, hingga rumor pengunduran dirinya.
Febrie menegaskan bahwa rumah di Sentul yang menjadi sorotan adalah properti pribadinya yang telah dimiliki sejak lama. Uang dan emas yang ditemukan di lokasi tersebut, menurutnya, memiliki pemilik dan kegiatan yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Ia juga membantah keras keterlibatannya dalam bisnis restoran di Cipete.
Sikap terhadap Polri dan Isu Mundur
Mengenai hubungan dengan Kepolisian, Febrie menyatakan bahwa Kejaksaan Agung menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan Polri. Ia meminta masyarakat bersikap bijaksana dalam menilai informasi agar opini publik tidak menyimpang.
Rumor bahwa ia akan mundur dari jabatan Jampidsus juga dibantah tegas. Febrie mengaku tetap bekerja dan menerima perintah pimpinan untuk menyelesaikan pemberkasan kasus-kasus yang ditangani.
Sementara itu, terkait kasus pemadaman listrik (blackout) di Sumatera, Febrie mengaku tidak memahami kaitan dirinya dengan peristiwa tersebut. Ia menyarankan agar kasus batu bara PLTU itu melalui proses audit menyeluruh terlebih dahulu.
Fokus Penanganan Perkara Kejaksaan
Febrie menegaskan bahwa prioritas penanganan perkara di Gedung Bundar saat ini adalah kasus tata kelola pertambangan dan transfer pricing. Selain itu, Kejaksaan juga mengawal akuntabilitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Artikel Terkait
Polri Pastikan Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah Sah Secara Hukum
Kejagung: Trading in Influence Bukan Pasal, tapi Modus Dugaan Korupsi Jampidsus
Bareskrim: Penggeledahan dan Penyitaan di Kasus Febrie Sesuai Prosedur
Kejagung Nilai Eks Jampidsus Febrie Tak Sesuai Fakta Saat Diperiksa