Prambanan Jazz Festival 2026 menarik 85.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan pada 3–5 Juli di Pelataran Candi Prambanan, Sleman. Angka ini menjadi rekor baru sejak festival pertama digelar pada 2015.
CEO Prambanan Jazz, Anas Syahrul Alimi, mengungkapkan lebih dari 70 persen pembeli tiket berasal dari luar Kota Yogyakarta. Data internal penyelenggara menunjukkan lonjakan aktivitas di sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner selama festival berlangsung.
"Total crowd 85.000. Seperti teman-teman bisa lihat, kemarin memang puncaknya, ya, dengan hari kedua itu," kata Anas dalam konferensi pers penutupan, Minggu (5/7).
Menurut Anas, pertumbuhan jumlah penonton terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun. Penyelenggara berhasil mempertahankan penonton lama sekaligus menarik pengunjung baru. "Penonton Prambanan Jazz dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-12 itu selalu ada pertumbuhannya. Intinya masih bertahan penonton dari 2015, tapi ternyata juga banyak sekali penonton-penonton baru yang akhirnya baru datang ke Prambanan Jazz Festival," lanjutnya.
Dampak ekonomi dari festival ini terasa signifikan. "Hotel semuanya penuh, penerbangan habis, kereta habis, dan restoran, rumah makan di mana-mana penuh. Ini menjadi dampak yang sangat signifikan atas event ini," ujar Anas. Data pembeli tiket menunjukkan mayoritas penonton berasal dari luar Jogja, memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
"Data yang kami punya, hampir lebih dari 70 persen itu dari luar kota. Jadi, berdasarkan data per ID pembeli tiket, 70 persen dari luar Kota Jogja. Jadi ini luar biasa. Artinya dampaknya sangat serius secara ekonomi, jadi multiple effect-nya itu luar biasa," kata Anas.
Meningkatnya jumlah penonton juga memicu evaluasi selama festival. Salah satu langkah yang diambil adalah menambah hampir 100 unit toilet pada hari kedua setelah menerima keluhan antrean dari pengunjung. "Kita langsung melakukan evaluasi, termasuk hari kedua kita tambah toilet hampir 100. Karena tahu hari pertama itu banyak keluhan antrean," ujarnya.
Seiring tren pertumbuhan, penyelenggara mulai mempertimbangkan perluasan area festival pada tahun depan. "Mudah-mudahan kita jadi tahu, ternyata dengan kapasitas Prambanan ini, mungkin ini baru kepikiran tahun depan, kayaknya akan kita besarkan lagi areanya. Bisa jadi ke (area Candi) Siwa. Dan kita sudah ngobrol kemarin dengan pihak pengelola. Jadi bisa sangat besar dan bisa nyaman," katanya.
Anas berharap perluasan area dapat meningkatkan kapasitas penonton sekaligus memperbesar dampak ekonomi. "Harapan kami kalau tahun depan areanya lebih luas, penontonnya bisa lebih banyak, karena efeknya bisa nyata," kata Anas.
Prambanan Jazz Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ke-12 dengan tema "Celebrate The Joy". Festival ini menghadirkan musisi nasional dan internasional seperti NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose, dan Joey Alexander.
Artikel Terkait
Prambanan Jazz Festival 2026 Perkuat Identitas Jazz dengan 63 Persen Line Up Bergenre Jazz