Seorang vlogger motor berinisial FF membuat pengakuan dalam sebuah video bahwa ia menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh polisi lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar.
Dari video lengkap yang diperoleh dari anggota Satlantas Polres Bogor, Aiptu Dulyani, terungkap bahwa motor milik vlogger itu tidak memiliki surat-surat lengkap. FF bahkan sempat menawarkan "uang damai" kepada polantas yang sedang bertugas.
Polisi tidak menerima uang tersebut. Sebaliknya, FF justru diberikan tilang atas pelanggaran yang dilakukannya. Video tersebut kini telah dihapus dari akun FF, tetapi beberapa akun lain memposting ulang.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni turut menyoroti peristiwa ini. Menurutnya, vlogger tersebut harus meminta maaf atas tindakannya.
"Vlogger jangan membuat narasi yang tidak bisa memberikan bukti fakta yang ada. Kalau memang tidak ada, dia harus meminta maaf langsung secara terbuka atas tuduhannya dan harus diberikan teguran terkait apa yang dilakukan," ucap Sahroni, Minggu (5/7).
"Jangan lagi vlogger-vlogger melakukan hal yang tidak pantas, membuat narasi yang jelek terhadap institusi kepolisian," tambahnya.
Sahroni juga berpesan agar vlogger yang menjadi influencer di media sosial memberikan contoh baik kepada pengikutnya. "Untuk motovlog sebagai influencer misalnya, lakukanlah hal yang memang untuk konten atau motor yang dipakai atau mobil yang bersurat resmi. Jangan ada yang terlambat pajaknya gitu," katanya.
Ia pun mengingatkan polisi agar tidak mudah terbuai dengan percobaan suap. "Pihak polisi juga jangan sampai terlena, atau mencoba disuap, integritas kepolisian di lapangan itu kan sudah banyak kali berkurang, karena apa yang terjadi di lapangan dengan cara tilang misalnya, dengan ETLE itu kan sekarang berkurang sekali," ucap Sahroni.
"Kepada kepolisian juga hati-hati tetap, melaksanakan tugas sesuai tanggung jawabnya," tandasnya.
Artikel Terkait
Vloger Ditilang di Puncak, Sempat Coba Suap Polisi
Tiga Anggota Satresnarkoba Gugur Digerebek Bandar Narkoba di Katingan, Polisi Buru Pelaku
Vlogger Motor di Puncak Bogor Ngaku Ditilang, Ternyata Pelat Bodong dan Pajak Mati
Hari Bhayangkara ke-80, Polri Diminta Pertahankan Citra sebagai Cita-Cita Anak Indonesia