Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri memanggil Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein untuk memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang dipicu oleh lagu ciptaannya berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat". Langkah ini merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan mengungkapkan, Bupati Purwakarta memenuhi undangan klarifikasi dan hadir di Kantor Itjen Kemendagri pada pukul 09.00 WIB, Jumat (3/7/2026). "Pak Bupati sudah datang jam 9, sesuai undangan dan diterima oleh Inspektur Jenderal," ujarnya.
Proses klarifikasi berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, dipandu oleh tim yang terdiri atas Sekretaris Itjen, Inspektur Khusus, Inspektur Wilayah IV, dan dua Pengawas Utama, serta didukung tim administrasi. Selama kurang lebih delapan jam, tim pemeriksa mengajukan 60 pertanyaan yang berfokus pada dua substansi utama: proses penciptaan lagu dan publikasinya.
"Seperti apa latar belakang penciptaan lagu itu, tujuannya apa, maksudnya apa, siapa yang disasar dengan lagu itu, dan lain-lain sebagainya. Demikian juga dengan publikasinya," terang Benni.
Di akhir proses klarifikasi, Bupati Purwakarta menyampaikan penyesalan atas tindakannya. "Bupati Purwakarta menyatakan dirinya menyadari bahwa sudah melakukan kesalahan, menyesali atas hal yang sudah dia perbuat, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, yang diiringi dengan permintaan maaf kepada semua pihak," jelas Benni.
Selanjutnya, Itjen Kemendagri akan menyusun laporan hasil klarifikasi yang memuat seluruh proses pemeriksaan untuk disampaikan kepada Mendagri Tito Karnavian. Selain itu, Itjen Kemendagri juga akan menyampaikan rekomendasi sanksi sebagai bahan pertimbangan Mendagri dalam mengambil keputusan.
Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" yang diciptakan Bupati Purwakarta pada 2020 menjadi perhatian publik karena liriknya dinilai mengandung muatan yang menyinggung perempuan. Kontroversi tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR. Pria yang akrab disapa Zein telah meminta maaf terkait polemik lagu tersebut. "Jika lirik dan syairnya itu dianggap mendiskreditkan dan merendahkan pihak lain, Om Zein memohon maaf yang sebesar-besarnya. Om Zein tidak bermaksud untuk itu," kata Zein melalui akun Instagramnya.
Artikel Terkait
Lagu Bupati Purwakarta Tuai Kontroversi, Kemendagri Turun Tangan
MUI Kecam Lagu Karya Bupati Purwakarta, Dinilai Rendahkan Martabat Perempuan
Bupati Purwakarta Diperiksa 8 Jam soal Lagu Kontroversial, Akui Salah dan Minta Maaf
Bupati Purwakarta Hapus Video Klip Lagu Kontroversial Usai Dikecam