Seorang suami di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tega menghabisi nyawa istrinya sendiri menggunakan martil. Peristiwa nahas itu terjadi di rumah mereka di Jalan Haranggaol, Desa Purba Sipinggan, Kecamatan Purba, pada Senin (29/6) lalu.
Pelaku berinisial ES (43) nekat membunuh Norma (34) setelah cemburu dan mendapati istrinya mengaku memiliki pria lain. Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wisnugraha Paramaartha mengungkapkan, pembunuhan itu dipicu oleh masalah rumah tangga yang sudah lama memburuk.
Menurut Wisnu, selama lima bulan terakhir ES bekerja sebagai pemburu babi hutan di Aceh. Hasil penjualan buruan selalu ia kirimkan kepada istrinya. Namun, ketika sepeda motor yang ia gunakan untuk bekerja rusak, ES meminta uang kepada Norma untuk biaya perbaikan. Sang istri justru menolak dan berkata, "Tidak ada lagi gunanya itu, tidak betul lagi itu semua, tidak usah diperbaiki lagi itu."
ES lantas menghubungi sepupunya untuk meminjam uang. Sepupunya bersedia membantu, tetapi dengan syarat harus mendapat persetujuan dari Norma. ES kembali menghubungi istrinya, namun Norma tetap menolak dengan alasan yang sama.
Tanpa memberi tahu istrinya, ES pulang ke rumah dan membawakan kue untuk istri dan anak-anaknya. Namun, sambutan yang ia terima justru tidak mengenakkan. Norma melarang anak-anaknya mengambil kue itu sambil berkata, "Sudah, enggak usah kalian ambil kue itu, enggak jelas itu, enggak perlu sama kita itu."
Kecurigaan ES pun muncul. Ia menuduh istrinya memiliki laki-laki lain. Norma dengan tegas mengakui tuduhan itu. "Kok gitulah kau samaku, aku jadi curiga samamu yang adanya laki-laki lain?" tanya ES. "Ada, kenapa rupanya?" jawab Norma.
Tak lama kemudian, dua orang pria datang ke rumah mereka. ES bertanya hendak ke mana istrinya bersama kedua pria itu. Norma menjawab hendak pergi jalan-jalan. ES pun emosi dan berkata, "Oh, begini rupanya kerjaanmu selama ini."
Dalam kemarahan, ES mengambil pisau dari dapur dan mencoba menusukkannya ke tulang rusuk istrinya. Namun, pisau itu patah karena Norma mengenakan baju berlapis. ES kemudian mencari alat lain dan menemukan martil. Ia langsung memukul bagian atas kepala istrinya sebanyak enam kali di halaman depan rumah.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. "Pihak Puskesmas merujuk korban ke rumah sakit karena kondisi korban kritis dan meninggal dunia di rumah sakit," ujar Wisnu.
Polisi yang menerima laporan langsung menangkap ES di rumahnya. Barang bukti yang diamankan berupa satu bilah pisau dan satu buah martil. Saat ini jenazah Norma berada di Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih untuk menjalani autopsi. Pihak kepolisian masih mendalami hubungan kedua pria yang datang ke rumah korban sebelum pembunuhan terjadi.
Artikel Terkait
Suami di Simalungun Aniaya Istri hingga Tewas, Polisi Amankan Pisau dan Martil