Majalah Tempo meluncurkan laporan investigasi yang mengungkap sepak terjang Gaurav Srivastava, pengusaha asal India yang menyusup ke lingkaran keluarga Presiden Prabowo Subianto dengan menyamar sebagai agen palsu CIA. Berkat penyamaran itu, ia berhasil mendekati Prabowo dan hadir dalam pertemuan Menteri Pertahanan Amerika Serikat dengan Prabowo saat masih menjabat sebagai menteri. Pertemuan awal dengan keluarga Prabowo tercatat terjadi di Hambalang pada tahun 2022.
Hubungan Srivastava sangat dekat dengan adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Investigasi mengungkap adanya transaksi keuangan sebesar 51 juta dolar AS dari perusahaan bernama Troost yang mengalir ke PT Arsari Pradana Utama, perusahaan milik Hashim. Selain itu, Srivastava berupaya mengincar kontrak pertahanan di Indonesia. Sempat ada pembahasan pengadaan alutsista berupa Letter of Intent untuk pembelian pesawat tempur dan helikopter melalui perusahaan yang terafiliasi dengannya, meskipun kesepakatan tersebut akhirnya gagal total.
Kasus ini dibongkar Tempo melalui kolaborasi dengan jurnalis independen asal India. Kendati kesepakatan bisnis pertahanannya batal, laporan Tempo menggarisbawahi rapuhnya sistem penyaringan keamanan di lingkaran terdalam keluarga presiden sehingga orang asing dengan rekam jejak bermasalah bisa masuk begitu jauh.
Artikel Terkait
Prabowo dan Jokowi Saling Hormat di HUT ke-80 Polri
Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas
Prabowo Ingatkan Polri Jaga Kepercayaan Rakyat di HUT ke-80 Bhayangkara
Pidato Prabowo Kembali Guncang Pasar, Rupiah dan IHSG Melemah