Polisi masih mendalami isi dan keterkaitan sepucuk surat yang ditemukan di lokasi meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa dokter Icha, di rumah orang tuanya di Desa Baumata Barat, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Surat itu diamankan dari tempat kejadian perkara, namun polisi belum mengungkapkan isinya.
Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randi Hidayat mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian dokter muda tersebut. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil resmi diumumkan.
"Saat ini Unit Reskrim Polsek Kupang Tengah bersama Polres Kupang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian," ujar Randi, Sabtu (27/6).
Polisi telah mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk surat yang ditemukan di TKP. Namun, Randi menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan keterkaitan surat tersebut dengan peristiwa yang terjadi.
"Terkait sepucuk surat yang diamankan pihak kepolisian, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap seluruh bukti-bukti yang ada," jelasnya.
Jenazah dokter Icha telah menjalani pemeriksaan luar di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memperkuat penyelidikan.
Randi menekankan bahwa seluruh proses dilakukan secara profesional dan objektif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan ke publik setelah seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tandasnya.
Dugaan Intimidasi saat Bertugas
Sebelumnya, kematian dokter Icha mencuat ke publik setelah keluarga menduga ia mengalami tekanan psikologis usai menangani pasien gigitan ular hijau di RS Leona Kefamenanu. Keluarga menyebut dokter Icha sempat didatangi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang memprotes penanganan pasien di IGD. Peristiwa itu diduga membuat dokter Icha depresi berat hingga akhirnya ditemukan meninggal pada Jumat (26/6).
Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam keterangan keluarga, yakni Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, telah membantah melakukan intimidasi. Hingga kini, polisi masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa dan belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan intimidasi, surat yang ditemukan, dan penyebab kematian dokter Icha.
Artikel Terkait
TKW Asal Cianjur Menangis Berlumuran Darah di Libya, Diduga Korban TPPO
Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.430 Orang, Ratusan Ribu Hilang
Polri Matangkan Persiapan Puncak Hari Bhayangkara ke-80 dengan Beragam Kegiatan
Prabowo: Kebebasan Akademik Bukan Kebebasan yang Lain-lain