Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disarankan untuk menghentikan safari politiknya dan lebih berkonsentrasi pada sidang kasus dugaan pencemaran nama baik serta fitnah terkait ijazah palsu yang menjeratnya. Kritik ini disampaikan oleh peneliti media dan politik Buni Yani, Senin (3/8/2026).
"Setop keliling ke mana-mana untuk pencitraan seolah-olah Jokowi masih populer dan punya massa banyak, yang semuanya penuh kebohongan," ujar Buni Yani kepada RMOL.
Menurut Buni Yani, rakyat sudah sangat paham bahwa Jokowi hanya menghibur diri seolah-olah masih memiliki banyak pendukung, padahal penjara menantinya. Ia menambahkan bahwa tanda-tanda kejatuhan Jokowi sudah terlihat dengan dimenangkannya Dokter Tifa dan Roy Suryo dalam pengadilan.
"Tanda-tanda kejatuhannya sudah terlihat dengan dimenangkannya Dokter Tifa dan Roy Suryo dalam pengadilan," katanya.
Terbaru, Jokowi resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor setelah dinobatkan oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor pada Sabtu (1/8/2026). Penobatan tersebut digelar dalam rangkaian Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang.
Artikel Terkait
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Jilid IV, Gugat Pencekalan dalam Kasus Ijazah Jokowi
PTUN Jakarta Kuatkan Putusan KIP, UGM Harus Serahkan Tujuh Dokumen Akademik Jokowi
Dinasti Jokowi dan Skenario di Balik Tren Elektabilitas Prabowo yang Menurun
Jokowi Yakin PSI Tembus Senayan, Isyarat Target Besar di 2029