Sudut Pandang: Penertiban Parkir Liar di Jalan Senopati dan Gunawarman, Sudin Hubung Jaksel Derek Mobil Mewah hingga Cabut Pentil Motor

- Jumat, 26 Juni 2026 | 16:24 WIB
Sudut Pandang: Penertiban Parkir Liar di Jalan Senopati dan Gunawarman, Sudin Hubung Jaksel Derek Mobil Mewah hingga Cabut Pentil Motor

Trotoar dan badan jalan di kawasan Jalan Senopati dan Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, bukan lagi tempat yang aman bagi pejalan kaki. Kendaraan parkir sembarangan menguasai ruang yang seharusnya menjadi hak publik. Kamis (25/6) lalu, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan akhirnya bertindak.

Petugas menderek satu unit mobil mewah yang kedapatan melanggar aturan. Selain itu, 17 sepeda motor terkena Operasi Cabut Pentil (OCP) dan 8 sepeda motor lainnya diangkut. Semua kendaraan itu terbukti parkir di trotoar maupun badan jalan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, menegaskan bahwa tindakan ini bukan tanpa alasan. Fungsi jalan terganggu, dan hak pejalan kaki terampas.

“Trotoar harus tetap menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Karena itu, kami melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan dan mengganggu fungsi jalan maupun trotoar,” kata Bernad dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Sebelum penindakan, petugas tidak langsung bertindak keras. Imbauan terlebih dahulu disampaikan kepada pemilik kendaraan dan pelaku usaha di sepanjang kedua ruas jalan tersebut.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan kesempatan kepada pemilik kendaraan untuk memindahkan kendaraannya. Namun apabila dalam waktu lima menit tidak diindahkan, petugas akan melakukan penindakan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Dalam operasi yang sama, petugas juga menertibkan satu orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berada di lokasi.

Bernad menegaskan, operasi parkir liar akan terus digelar secara berkala. Titik-titik rawan pelanggaran di Jakarta Selatan mulai dari kawasan permukiman, pusat kuliner, hingga kawasan usaha menjadi sasaran utama.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan parkir dan tidak lagi menggunakan trotoar sebagai tempat menyimpan kendaraan. Menurutnya, ketertiban ruang jalan memerlukan dukungan semua pihak agar mobilitas warga tetap lancar dan hak pejalan kaki terlindungi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags