Pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, melontarkan pujian tajam terhadap buku ‘Politik Hukum di Indonesia’ karya Mahfud MD. Buku yang lahir dari disertasi doktor tiga dekade lalu itu dinilai bukan sekadar bacaan wajib bagi mahasiswa hukum, melainkan juga sebuah cermin bagi para politisi yang tengah memegang amanah rakyat. Feri bahkan menyebut bahwa siapa pun yang belajar hukum sejak 30 tahun terakhir sejatinya berutang besar pada karya ini.
Dalam sebuah diskusi di University Club UGM, Kamis (25/6/2026), Feri menekankan urgensi buku tersebut dibaca oleh para pejabat publik. Menurutnya, pemahaman bahwa hukum harus mampu mengendalikan nafsu politik menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa yang telah berlangsung lama.
“Kalau seluruh pejabat-pejabat publik membaca betapa pentingnya hukum diatur untuk mengendalikan nafsu politik, maka sesungguhnya kita menyelesaikan persoalan penting bangsa dalam berbagai dekade yang ada. Itu yang penting, bahwa teman-teman politisi sadar kalau hukum dikangkangi, suatu saat maka dia yang jadi sasaran,” ujar Feri.
Buku ‘Politik Hukum di Indonesia’ merupakan salah satu karya akademik paling berpengaruh dalam perkembangan ilmu hukum tata negara dan politik hukum di Tanah Air. Karya ini berawal dari disertasi doktor yang dipertahankan Mahfud MD pada 25 Juni 1993 di UGM. Setelah tiga puluh tahun, buku yang telah dicetak ulang sebanyak 13 kali dengan berbagai pembaruan itu tetap menunjukkan relevansinya. Buku ini bukan sekadar penanda perjalanan intelektual seorang Mahfud, melainkan juga refleksi perjalanan bangsa dalam membangun negara hukum yang demokratis.
Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof Muhammad Baiquni, menyambut baik gagasan-gagasan yang berasal dari disertasi tersebut. Ia menilai Mahfud telah mempraktikkan keyakinannya bahwa ilmu yang diamalkan akan berbuah kebajikan. Baiquni melihat Mahfud sebagai sosok yang selamat dari berbagai gelombang zaman karena tidak mudah tergoyahkan sebagai seorang intelektual. Terlebih, bagi figur seperti Mahfud MD yang telah malang melintang dalam trias politica, keteguhan semacam itu menjadi langka.
“Beliau akan menyampaikan benih-benih pemikiran dan pemakaran yang luar biasa. Dengan nalar yang baik, dengan kejernihan hati nurani, dengan pengalaman Pak Mahfud, beliau bisa membabar dan membeber. Bagi generasi muda, kita bisa jadikan ini sebagai keteladanan, kunci masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Baiquni.
Artikel Terkait
Sekjen BKSPPI: Narkoba Ancam Generasi Muda dan Bertentangan dengan Maqashidus Syariah
Pemprov Sulsel Berlakukan Tarif Rp2.000 bagi Pelajar, Lansia, dan Disabilitas di Bus Trans Sulsel
Kejaksaan Eksekusi Razman Arif Nasution ke Lapas Cipinang atas Kasus Pencemaran Nama Baik Hotman Paris
Caddy di Tangerang Diduga Dianiaya Pelanggan, Polisi Selidiki Rekaman CCTV