Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan

- Kamis, 25 Juni 2026 | 14:15 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Kamis (25/6/2026) siang. Erupsi yang terjadi pukul 11.39 WITA itu melontarkan kolom abu setinggi 800 meter dari puncak, atau mencapai 2.384 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat dan barat laut. Petugas pengamatan gunung api, Bramantya Aji Putra Mahendra, mencatat erupsi ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 4,4 milimeter dan durasi 144 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Kamis, 25 Juni 2026, pukul 11:39 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 meter di atas puncak," demikian keterangan tertulis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sebaran abu vulkanik cukup signifikan dengan arah dominan menuju wilayah barat dan barat laut gunung. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak.

Pihak pengamatan gunung api mengeluarkan rekomendasi tegas. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain ancaman langsung dari abu dan material vulkanik, warga yang tinggal di sekitar lereng gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Ancaman ini terutama meningkat jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung. Beberapa desa yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar