Bareskrim Dalami Peran Asisten Pribadi YouTuber dalam Kasus Penyalahgunaan Gas Tertawa Whip Pink

- Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB
Bareskrim Dalami Peran Asisten Pribadi YouTuber dalam Kasus Penyalahgunaan Gas Tertawa Whip Pink

Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan gas tertawa atau laughing gas bermerek Whip Pink yang menyeret seorang perempuan berinisial CD, 29 tahun, yang berperan sebagai asisten pribadi seorang YouTuber berinisial RA. Peristiwa ini mulai menjadi perhatian publik setelah pemeriksaan terhadap CD dilakukan pada Jumat, 29 Mei 2026, oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Dalam proses pemeriksaan, CD mengungkapkan secara rinci bagaimana ia memperoleh produk tersebut hingga akhirnya menggunakannya bersama sejumlah rekan dan pegawainya. Menurut pengakuannya, pembelian diawali dengan pencarian melalui internet menggunakan kata kunci "Whip Cream", yang kemudian mengarahkannya kepada seorang penjual melalui aplikasi WhatsApp.

"Saya mencari lewat Google dengan kata kunci Whip Cream, kemudian diarahkan ke nomor WhatsApp admin penjual," kata CD kepada penyidik.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa sepanjang akhir tahun 2025 hingga awal 2026, CD diduga telah membeli sekitar 20 tabung Whip Pink dengan berbagai ukuran. Tidak hanya mengakui proses pembelian, ia juga menjelaskan cara penggunaan gas yang terkandung dalam tabung tersebut. "Gasnya dihirup atau diisap bersama teman-teman dan beberapa pegawai," ujarnya.

Keterangan ini kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Zulkarnain Harahap. Kasus ini kembali menyoroti maraknya penyalahgunaan nitrous oxide (N₂O), atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai gas tertawa.

Zat tersebut sebenarnya digunakan secara legal dalam industri makanan sebagai pendorong busa pada whipping cream. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, gas ini kerap disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi euforia sesaat. Pakar kesehatan memperingatkan bahwa penggunaan nitrous oxide secara sembarangan dapat memicu berbagai gangguan serius.

Salah satu dampak paling berbahaya adalah kerusakan saraf akibat terganggunya fungsi vitamin B12 dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mati rasa pada anggota tubuh, kesemutan, gangguan keseimbangan, hingga kelumpuhan apabila digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, menghirup nitrous oxide secara langsung juga berisiko menyebabkan hipoksia, atau kekurangan oksigen, yang dapat mengakibatkan pusing berat, kehilangan kesadaran mendadak, bahkan kerusakan otak apabila kadar oksigen turun drastis.

Gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah juga menjadi ancaman lain yang perlu diwaspadai. Dalam kondisi tertentu, penggunaan berlebihan dapat memicu gangguan irama jantung hingga komplikasi serius yang mengancam keselamatan jiwa.

Sementara itu, Bareskrim Polri masih terus melakukan pendalaman terhadap alur distribusi dan penggunaan produk Whip Pink guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Penyidik juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan produk yang mengandung nitrous oxide. Selain berpotensi menimbulkan masalah hukum, penggunaan tanpa pengawasan medis dapat membawa dampak serius bagi kesehatan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler