Wakil Ketua Komisi III DPR Minta Polisi Lumpuhkan Geng Motor di Makassar

- Selasa, 12 Mei 2026 | 17:00 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Minta Polisi Lumpuhkan Geng Motor di Makassar

Meningkatnya aksi kekerasan yang dilakukan geng motor di Makassar, Sulawesi Selatan, mendorong Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, untuk menyerukan langkah tegas kepada aparat kepolisian. Ia meminta agar petugas tidak ragu melumpuhkan pelaku di tempat kejadian demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara jelas kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Menurut politikus tersebut, keraguan aparat dalam merespons ancaman justru dapat berakibat fatal bagi keselamatan publik. Oleh karena itu, ia mendorong kepolisian untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) patroli. Dengan SOP yang jelas, personel di lapangan diharapkan memiliki dasar yang kokoh dalam mengambil keputusan cepat di situasi genting.

“Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” tegasnya.

Sahroni menilai, tanpa ketegasan aparat, aksi geng motor di Makassar berpotensi semakin brutal. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara secara nyata di ruang publik agar para pelaku tidak merasa kebal hukum. “Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum. Maka dari itu aparat harus hadir dengan ketegasan nyata di jalanan,” kata Sahroni.

Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap tindakan keras tetap berada dalam koridor aturan dan semata-mata ditujukan untuk melindungi masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban. “Tindakan tegas yang terukur itu juga bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas,” tutupnya.

Teror geng motor di Makassar belakangan ini memang semakin meresahkan. Sepanjang April hingga awal Mei 2026, sejumlah insiden terjadi di berbagai titik, mulai dari pengeroyokan, perusakan kendaraan, hingga penyerangan terhadap aparat menggunakan busur panah saat hendak diamankan.

Kasus terbaru menimpa seorang bocah bernama Hilal (13) yang harus menjalani perawatan di RSUD Daya Makassar. Ia diserang menggunakan parang oleh sekelompok geng motor pada Minggu (10/5) di Jalan Abu Bakar Lambogo. Saat kejadian, korban sedang duduk bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba diserang.

“Posisinya adik saya itu dia duduk-duduk di pinggir jalan bersama teman-temannya. Tiba-tiba ada segerombolan geng motor itu menyerang,” kata kakak korban, Tegar Aprilio, kepada media, Minggu (10/5).

Rekaman CCTV memperlihatkan beberapa pelaku turun dari sepeda motor dan mengejar korban. Saat korban berusaha melarikan diri dan terjatuh, para pelaku diduga langsung melakukan penyerangan secara brutal dengan senjata tajam.

Sementara itu, Kapolsek Makassar Kompol Mustari menyampaikan bahwa sejumlah pelaku telah diamankan. Namun, ia belum merinci jumlahnya karena penanganan perkara kini berada di bawah Polrestabes Makassar. “Sudah ada pelaku yang diamankan dalam rombongan,” pungkas Mustari.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar