BANGKALAN Dua orang pemancing terseret arus pasang di perairan bawah Jembatan Suramadu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Nasib mereka berbeda: satu ditemukan tewas mengambang, satu lagi selamat meski tubuhnya babak belur.
Korban yang meninggal bernama Mustofa, warga Desa Pangpong, Kecamatan Labang. Jasadnya ditemukan mengambang di sekitar perairan Suramadu, setelah sebelumnya dilaporkan hilang terbawa arus.
Peristiwa ini sontak menghebohkan warga dan pengendara yang melintas. Bahkan, ada beberapa orang yang sempat mengira korban tewas karena bunuh diri. Tapi ternyata bukan.
Kalaksa BPBD Bangkalan, Zainul Qomar, menjelaskan bahwa kedua korban terseret cukup jauh dari titik awal mereka memancing. Menurut dia, arus laut memang sedang kuat saat kejadian.
"Untuk yang kemarin, alhamdulillah korban Mas Fawaid itu selamat, walaupun sudah banyak luka memar karena terseret sejauh 1 sampai 1,5 km ke arah barat. Kalau yang Mas Mustofa tadi sudah menjadi jenazah, sejauh 900 meter dari tempat kejadian atau di sekitar Suramadu. Alhamdulillah yang satu selamat, yang tadi meninggal dunia," katanya, Selasa (28/4/2026).
Menurut penjelasannya, Fawaid ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat. Tapi tubuhnya penuh luka memar akibat terseret arus laut yang deras.
Kejadian bermula saat Mustofa dan Fawaid memancing di atas bebatuan karang di tepi pantai kawasan Suramadu. Mereka asyik memancing, tanpa sadar air laut mulai pasang. Fawaid lebih dulu terjatuh dan langsung terseret arus. Melihat rekannya dalam bahaya, Mustofa nekat terjun untuk menolong. Namun, ia justru ikut terseret dan akhirnya hilang.
Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polres Bangkalan dan BPBD segera bergerak melakukan pencarian. Fawaid ditemukan selamat, sementara Mustofa baru ditemukan beberapa jam kemudian sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke daratan. Begitu jenazah tiba, suasana haru pecah. Keluarga yang sudah menunggu sejak kabar hilangnya Mustofa langsung menyambut dengan tangis histeris.
"Permintaan dari keluarga tidak mau diautopsi sehingga jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pangpong," ujar Zainul.
Pihak BPBD dan kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing, agar lebih waspada terhadap kondisi arus laut dan cuaca. Arus pasang yang datang tiba-tiba bisa sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang beraktivitas di area karang atau tepi pantai. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta