Suasana di Jalan Baji Pamai, Mamajang, Makassar, Senin sore itu berubah jadi mencekam. Seorang pelajar berusia 15 tahun, ASPT, tewas setelah ditikam seorang pemuda. Insiden memilukan ini berawal dari sebuah teguran yang berujung perlawanan.
Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari, memaparkan kronologinya. Menurutnya, korban bersama beberapa temannya awalnya berkumpul di sekitar rumah kakak pelaku. Mereka lalu diminta untuk bubar. Alasannya sederhana: mencegah keributan.
“Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya nongkrong di sekitar rumah kakak pelaku dan sempat ditegur karena dikhawatirkan memicu keributan seperti yang sebelumnya terjadi,” jelas Mustari, Selasa (7/4/2026).
Korban dan teman-temannya sempat pindah, tapi tak jauh dari lokasi awal. Rupanya, mereka tak terima ditegur. Saat didekati dan ditegur ulang oleh kakak pelaku, mereka membantah. Penolakan itu terjadi dua kali.
“Namun setiap perkataan kakak pelaku dibantah oleh korban bersama temannya,” katanya.
Nah, di sinilah situasinya memanas. Pelaku berinisial IA (35) yang ternyata adalah pelayan sebuah warung kopi di kawasan itu, mendekat dari arah belakang. Ia ikut menegur kelompok remaja itu. Yang terjadi kemudian adalah cekcok. Tanpa diduga, cekcok itu berakhir tragis.
Artikel Terkait
Video Viral Ungkap Aksi Paksa Juru Parkir Liar di Pelabuhan Makassar
Lembah Hijau Malino Tawarkan Glamping dan Wahana Alam di Ketinggian Gowa
PSV Incar Mees Hilgers untuk Isi Kekosongan Bek Usai Cedera Schouten
Dua Polisi dan Lima TNI Diperiksa Usai Keributan di Kafe Rantepao