Angka korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bergerak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru yang memilukan. Hingga Minggu kemarin, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.177 jiwa. Sementara itu, 148 orang masih tercatat hilang dan dalam proses pencarian.
Di Graha BNPB, Jakarta, Kapusdatin BNPB Abdul Muhari menjelaskan detailnya. "Kemarin rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 adalah 1.167 jiwa," ujarnya pada Minggu (4/1).
"Hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa meninggal dunia."
Perubahan data juga terjadi pada daftar orang hilang. Menurut Muhari, ada koreksi dari tingkat desa, kecamatan, maupun keluarga korban. Proses ini mengurangi 17 nama dari daftar sebelumnya.
"Sehingga jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa," ungkapnya.
Di sisi lain, upaya pemutakhiran data tak akan berhenti. Pencatatan dan identifikasi, baik untuk korban meninggal maupun yang hilang, masih terus digalakkan di lapangan. Muhari menegaskan komitmen itu.
"Identifikasi baik itu korban meninggal maupun pemutakhiran korban atau nama yang dilaporkan hilang di level desa dan kecamatan terus dilakukan," pungkasnya.
Setiap angka yang bertambah atau berkurang dalam laporan ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita panjang tentang keluarga yang menunggu dan tim SAR yang tak kenal lelah berusaha di tengah lumpur dan reruntuhan.
Artikel Terkait
Salurkan 88 Ekor Sapi Kurban, Anggota DPR Kawendra Lukistian Wujudkan Arahan Presiden Prabowo di Jember dan Lumajang
Pemerintah Respons Anjloknya Harga TBS Sawit, Buka Masa Transisi Kebijakan Ekspor Satu Pintu hingga Agustus 2026
KPK Periksa Enam Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim yang Seret Wakil Ketua DPRD
Como 1907 Cetak Sejarah, Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya dalam 119 Tahun