Indonesia Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi

- Minggu, 05 April 2026 | 11:00 WIB
Indonesia Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi

Indonesia baru saja membuat gebrakan di dunia pertanian. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lama, negara ini berhasil mengirimkan ribuan ton beras ke pasar internasional. Tepatnya, sebanyak 2.280 ton beras telah diekspor ke Arab Saudi. Sebuah pencapaian yang patut dicatat, mengingat reputasi kita selama ini lebih sering dikaitkan dengan impor, bukan ekspor.

Di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, berbagai program strategis digulirkan. Hasilnya? Kita menyaksikan sebuah perubahan arah yang cukup signifikan. Dari yang tadinya bergantung pada beras luar, kini justru bisa mengirimkan stok ke negara lain. Ini bukan perkara mudah, tentu saja.

Menurut sejumlah pihak di Kementan, kunci utamanya ada di peningkatan produksi dalam negeri. Mereka mengoptimalkan lahan, mendorong penggunaan benih unggul, dan tak lupa, modernisasi alat pertanian. Penguatan cadangan pangan nasional juga digenjot, demi menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri tetap aman.

Mentan Amran sendiri tak mau mengklaim kesuksesan ini sebagai prestasi pribadi. Ia menekankan bahwa ini adalah buah kerja keras banyak pihak.

“Bapak presiden (Prabowo Subianto) sangat luar biasa. Ini adalah bukti bahwa pertanian Indonesia semakin kuat dan mandiri. Kita tidak hanya mampu swasembada, tetapi juga berkontribusi untuk kebutuhan pangan dunia,”

Ucapnya usai menghadiri acara jalan santai dalam rangkaian Hari Jadi Bone ke-696, Minggu lalu. Suasana saat itu riuh, penuh semangat.

Di sisi lain, ekspor perdana ini diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang. Pasar baru bagi produk pertanian kita, dan yang tak kalah penting, meningkatkan taraf hidup para petani di akar rumput. Pemerintah terlihat optimis. Mereka yakin tren baik ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan bisa dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya.

Target ke depan sudah jelas: volume ekspor dinaikkan dan jangkauan pasar diperluas. Ambisinya, Indonesia ingin jadi pemain yang diperhitungkan di peta perdagangan beras global. Sebuah langkah awal yang menjanjikan, meski jalan masih panjang. Semua mata kini tertuju, apakah momentum ini bisa benar-benar dipertahankan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar