AS dan Israel Lancarkan Serangan Langsung ke Iran, Timur Tengah di Ambang Konflik Terbuka

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:00 WIB
AS dan Israel Lancarkan Serangan Langsung ke Iran, Timur Tengah di Ambang Konflik Terbuka

Namun begitu, dampaknya langsung merambat ke negara tetangga. Di Qatar, yang menjadi lokasi pangkalan militer AS penting, Kedutaan Besar Amerika memerintahkan seluruh staf dan warganya untuk segera berlindung. Sinyalnya jelas: semua pihak merasa konflik ini bisa dengan mudah meluas, menjalar ke wilayah-wilayah lain. Kita ingat betul, konflik Iran-Israel selama ini lebih sering dimainkan di gelapnya perang bayangan serangan siber, operasi intelijen, atau pertempuran lewat kelompok proksi di Suriah dan Lebanon. Fase itu kini tampaknya berakhir. Kita memasuki babak yang sama sekali baru dan lebih berbahaya: konfrontasi terbuka.

Pertanyaan besarnya sekarang: bagaimana Iran akan merespons?

Risikonya sungguh besar. Jika Teheran memutuskan untuk membalas dengan skala penuh, baik ke Israel atau pangkalan AS di sekitarnya, kawasan ini bisa langsung terjerumus ke dalam perang regional yang sulit dikendalikan. Situasi di Lebanon, misalnya, langsung jadi rumit. Perdana Menteri Nawaf Salam sudah bersuara, menegaskan negaranya tak boleh jadi medan tempur pihak luar.

Tapi posisi Lebanon terjepit. Hizbullah, sekutu utama Iran yang punya kekuatan besar di sana, sudah pernah bersumpah. Mereka bilang, serangan AS ke Iran akan dianggap sebagai agresi terhadap mereka juga.

Israel sendiri sudah mengeluarkan peringatan keras: jika Hizbullah ikut campur, infrastruktur sipil di Beirut pun bisa jadi target. Mengingat perang Israel-Hizbullah 2023-2024 baru saja mereda lewat gencatan senjata, keterlibatan Lebanon berisiko menghancurkan negara yang ekonominya sudah terpuruk itu untuk kedua kalinya.

Jadi, beginilah keadaannya. Serangan di hari Sabtu itu bukan sekadar serangan. Itu adalah garis pemisah. Fase "perang bayangan" sudah berakhir, digantikan oleh fase konfrontasi langsung yang tak seorang pun bisa prediksi ujungnya. Setiap pilihan yang diambil sekarang akan membawa konsekuensi dahsyat bagi stabilitas kawasan. Kita hanya bisa menunggu, dan berharap yang terbaik.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar