Rabu malam di Stadion Gelora Bung Tomo bakal panas. Bukan cuma karena duel Persebaya kontra PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, tapi juga karena ada cerita lama yang kembali dipertemukan.
Sorotan utama tentu pada bek tangguh PSM, Yuran Fernandes. Dia akan berhadapan langsung dengan mantan pelatihnya, Bernardo Tavares, yang kini memimpin Bajul Ijo. Pertemuan ini jauh lebih dari sekadar perebutan poin. Ini soal profesionalisme dua sosok yang pernah sukses bersama.
Ikatan yang Terjalin dari Kesuksesan
Bagi Yuran, sosok Tavares punya arti khusus. Dialah arsitek di balik gelar juara Liga 1 PSM musim 2022/2023, yang mengakhiri penantian puluhan tahun. Bek berusia 31 tahun itu tak menyangkal kontribusi besar sang mentor.
“Pendekatannya disiplin, berani kasih kepercayaan ke pemain muda,” ujar Yuran, mengenang transformasi PSM jadi tim elite di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu.
Pertemuan yang Tak Mengaburkan Misi
Tapi, kedekatan personal itu takkan dibawa ke lapangan hijau. Yuran sudah bilang, hubungan baik di luar tak akan mempengaruhi duel selama 90 menit nanti. Dia sadar, Tavares paham betul kelemahannya. Begitu juga sebaliknya.
Di sisi lain, Tavares punya perasaan serupa. Meski menganggap PSM seperti keluarga setelah 3,5 musim bersama, komitmennya sekarang hanya untuk Persebaya. “Saya di sini untuk bekerja maksimal,” tegasnya.
Catatannya di Makassar memang mengesankan: 129 pertandingan dengan 55 kemenangan. Tapi semua itu kini jadi kenangan.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM