SulawesiPos.com – Pro dan kontra mewarnai langkah Pemerintah Kota Makassar menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL). Banyak yang protes, tapi tak sedikit pula yang mendukung. Intinya, trotoar dan badan jalan yang sempat dipadati lapak kini perlahan dikosongkan.
Bagi para pedagang, lapak itu bukan sekadar tempat jualan. Itu adalah nafas perekonomian keluarga. Namun begitu, di sisi lain, hak pejalan kaki jadi terabaikan. Akses drainase tersumbat, ketertiban kota pun terganggu. Dua kepentingan ini terus berbenturan, menciptakan dinamika yang pelik di tengah masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, tak menampik adanya gejolak ini. Menurutnya, dibutuhkan keberanian dan konsistensi untuk menghadapinya.
tegas Appi.
Dia bersikukuh, penataan akan terus berjalan meski banyak PKL yang keberatan. Tujuannya jelas: membuat Makassar lebih bersih dan tertata. “Penataan ini akan terus berlanjut, di semua kecamatan. Perlahan, sedikit demi sedikit kita tata agar kota ini bersih,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Artikel Terkait
Disdik Sulsel Wajibkan SMA/SMK Susun SOP Pembatasan Gawai di Sekolah
Ketua BPD-KKSS Soroti Pengangguran Sulsel, Desak Investasi dan Hilirisasi untuk Buka Lapangan Kerja
BNN Sulsel Bongkar Jaringan Narkoba yang Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia