Jakarta. Di tengah upaya mengamankan pasokan pangan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya satu kata kunci: kolaborasi. Bukan hanya antar kementerian, tapi juga dengan pihak kepolisian. Menurutnya, kerja sama lintas sektor inilah fondasi utama yang selama ini memperkuat ketahanan pangan kita.
Peran Polri, kata Amran, sangat strategis. Mereka terlibat dari hulu ke hilir. Mulai dari pengawalan produksi, menjaga distribusi agar lancar, sampai memastikan harga di pasar stabil. Apalagi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
"Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Ada kolaborasi kuat, termasuk dukungan Polri dalam menjaga produksi dan distribusi. Ini kerja bersama yang hasilnya dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat,"
ungkap Amran saat menjadi pembicara dalam Rapat Pimpinan Polri Tahun 2026 di TMII, Jakarta Timur, Selasa lalu.
Ia menyebut satu contoh nyata. Indonesia berhasil swasembada pakan jagung. Produksi naik signifikan, sekitar satu juta ton. Imbasnya, impor bisa dihentikan dan ekonomi nasional ikut terdongkrak.
Di sisi lain, soal harga beras, Mentan bersikap tegas. Stok nasional saat ini tercatat paling tinggi sepanjang sejarah, mencapai 3,4 juta ton. Dengan kondisi seperti itu, menurutnya, tak ada alasan untuk terjadi kenaikan harga.
"Stok kita kuat, 3,4 juta ton. Kehadiran aparat memastikan mekanisme pasar berjalan adil dan tidak diselewengkan,"
tegasnya.
Ia tak lupa mengapresiasi kinerja Satgas Pangan Polri. Mereka aktif menindak praktik yang merugikan, terutama saat momen rawan seperti Natal dan Tahun Baru. Penegakan hukum di sektor distribusi pun diperketat.
Intinya, bagi Amran, ketahanan pangan bukan cuma urusan bibit dan pupuk. Ini soal sinergi. Ketika kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum berjalan beriringan, hasilnya bisa luar biasa.
"Ketika semua bekerja bersama, hasilnya luar biasa. Indonesia mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat dan bahkan mulai memperkuat posisi sebagai negara pengekspor,"
katanya lagi.
Ke depan, komitmen untuk bekerja sama ini akan terus ditingkatkan. Fokusnya pada pengembangan hilirisasi dan penguatan lumbung pangan dari tingkat desa. Tujuannya jelas: menciptakan nilai tambah dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Amran menutup pernyataannya dengan optimisme. Kolaborasi, baginya, adalah kunci untuk melangkah lebih jauh.
"Dengan sinergi yang solid, kita bukan hanya menjaga pangan hari ini, tapi menyiapkan masa depan Indonesia sebagai pengendali pangan dunia,"
pungkasnya.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan
Tiga Remaja Tewas Tertindas Truk Saat Menyalip di Jalur Pantura Probolinggo