PNU: Universitas Perempuan Terbesar di Dunia
Pemilihan Princess Nourah bint Abdulrahman University sebagai pemberi gelar memberikan dimensi simbolis yang kuat. Sebagai universitas perempuan terbesar di dunia, langkah PNU memberikan gelar kehormatan kepada seorang mantan presiden perempuan dari negara berpenduduk Muslim terbesar memiliki resonansi yang mendalam. Hal ini dipandang sebagai pesan dukungan nyata terhadap emansipasi dan kepemimpinan perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah dan dunia Islam secara lebih luas.
Menutup Rangkaian Kunjungan dengan Ibadah Umrah
Penganugerahan gelar ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Megawati ke Timur Tengah. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan agenda di Uni Emirat Arab dan bertolak dari Abu Dhabi menuju Riyadh. Dalam kunjungan ini, ia didampingi oleh putranya, Muhammad Prananda Prabowo, beserta istri, sementara Ketua DPR RI Puan Maharani telah tiba lebih dahulu di Arab Saudi.
Untuk menutup rangkaian perjalanan ini, Megawati bersama keluarga dan rombongan dijadwalkan melaksanakan ibadah umrah. Momen spiritual ini juga dimanfaatkan untuk mendoakan keluarga yang telah wafat serta memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong bulan Ramadan.
“Semoga membawa berkah bagi keluarga besar Ibu Megawati Soekarnoputri dan bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong Ramadan,” pungkas Ahmad Basarah.
Rekam Jejak Akademis yang Panjang
Gelar dari PNU ini menjadi yang kesebelas dalam koleksi Doktor Honoris Causa Megawati. Sebelumnya, berbagai universitas ternama dunia telah menganugerahinya gelar serupa, antara lain dari Waseda University Jepang (2001), MGIMO Rusia (2003), Universitas Padjadjaran (2016), dan Soka University (2020). Selain gelar doktor kehormatan, ia juga menyandang tiga gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan RI, Seoul Institute of the Arts, dan Silk Road International University di Uzbekistan. Kumpulan penghargaan akademis ini merefleksikan pengakuan yang luas dan multidisiplin terhadap kontribusinya, tidak hanya di bidang politik, tetapi juga dalam diplomasi, kemanusiaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Prancis Tundukkan Brasil 2-1 Meski Bertahan dengan 10 Pemain
Iran Terbitkan Daftar Putih Negara yang Dijamin Aman Lewati Selat Hormuz
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada