Menanggapi keputusan final tersebut, Sumardji menyuarakan kekecewaan yang mendalam. Ia merasa hukuman yang dijatuhkan tidak mencerminkan konteks sesungguhnya di lapangan.
“Saya sangat kecewa. Hukuman ini tidak masuk di nalar dan tidak sebanding dengan situasi saat itu,” ujarnya.
Meski telah mengajukan banding yang kemudian ditolak, pria yang kini tidak lagi menjabat Manajer Timnas itu menyatakan sikap legawannya. Ia memilih untuk menghormati dan mematuhi keputusan akhir dari federasi sepak bola dunia tersebut.
Dampak dan Status Terkini
Sanksi ini datang saat status Sumardji dalam tim nasional telah berubah. Ia telah mengundurkan diri dari posisi Manajer Timnas Indonesia pada Desember 2025, dan kini memilih untuk fokus pada perannya sebagai Ketua BTN PSSI. Namun, hukuman dari FIFA tetap berlaku untuk setiap pertandingan resmi di mana ia bertugas mendampingi tim.
Insiden memilukan di Stadion Basra itu ternyata juga berimbas pada dua pemain Garuda. Shayne Pattynama dan Thom Haye turut menerima konsekuensi berupa larangan tampil selama empat pertandingan disertai denda, akibat keterlibatan mereka dalam kericuhan yang sama. Keputusan-keputusan ini menjadi catatan penting dalam upaya menegakkan disiplin dan sportivitas di tingkat tertinggi sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal