MURIANETWORK.COM - FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Sumardji, mantan Manajer Timnas Indonesia, terkait insiden dengan wasit usai laga krusial melawan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hukuman itu berupa larangan mendampingi tim di bangku cadangan selama 20 pertandingan dan denda sebesar 15.000 Franc Swiss (sekitar Rp 324 juta). Keputusan badan sepak bola dunia ini menutup proses banding yang diajukan Sumardji dan menjadi sorotan publik mengingat posisinya yang juga menjabat Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI.
Dasar Hukuman dari FIFA
Badan disiplin FIFA mendasarkan sanksi ini pada pelanggaran terhadap Pasal 14 ayat (1) Kode Disiplin FIFA, yang melarang tindakan kekerasan terhadap ofisial pertandingan. Insiden terjadi di lapangan sesaat setelah laga berakhir, ketika atmosfer masih tegang akibat kekalahan tipis Indonesia 0-1 yang sekaligus mengakhiri peluang ke Piala Dunia.
Dalam laporan wasit Ma Ning dari China dan pengawas pertandingan, disebutkan bahwa Sumardji melakukan dorongan dari belakang yang menyebabkan wasit terjatuh. FIFA mengkategorikan tindakan itu sebagai serangan terhadap ofisial.
“Meski hukuman minimal untuk pelanggaran semacam ini adalah 15 pertandingan, intensitas dan dampak dari insiden tersebut membuat kami memutuskan untuk memperberat menjadi 20 pertandingan,” jelas pernyataan resmi Komite Disiplin FIFA.
Kekecewaan dan Penerimaan Sumardji
Menanggapi keputusan final tersebut, Sumardji menyuarakan kekecewaan yang mendalam. Ia merasa hukuman yang dijatuhkan tidak mencerminkan konteks sesungguhnya di lapangan.
“Saya sangat kecewa. Hukuman ini tidak masuk di nalar dan tidak sebanding dengan situasi saat itu,” ujarnya.
Meski telah mengajukan banding yang kemudian ditolak, pria yang kini tidak lagi menjabat Manajer Timnas itu menyatakan sikap legawannya. Ia memilih untuk menghormati dan mematuhi keputusan akhir dari federasi sepak bola dunia tersebut.
Dampak dan Status Terkini
Sanksi ini datang saat status Sumardji dalam tim nasional telah berubah. Ia telah mengundurkan diri dari posisi Manajer Timnas Indonesia pada Desember 2025, dan kini memilih untuk fokus pada perannya sebagai Ketua BTN PSSI. Namun, hukuman dari FIFA tetap berlaku untuk setiap pertandingan resmi di mana ia bertugas mendampingi tim.
Insiden memilukan di Stadion Basra itu ternyata juga berimbas pada dua pemain Garuda. Shayne Pattynama dan Thom Haye turut menerima konsekuensi berupa larangan tampil selama empat pertandingan disertai denda, akibat keterlibatan mereka dalam kericuhan yang sama. Keputusan-keputusan ini menjadi catatan penting dalam upaya menegakkan disiplin dan sportivitas di tingkat tertinggi sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Tetap Berjalan di Bulan Puasa dengan Mekanisme Disesuaikan
MK Gelar Sidang Uji Materi Pasal KUHP Baru yang Dikhawatirkan Kriminalisasi Kritik
Anggota DPR Kritik Target Konsumsi Susu Anak, Sebut Statistik Bohong
Benzema Cetak Hattrick di Debut, Al Hilal Hancurkan Al Okhdood 6-0