Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang

- Jumat, 30 Januari 2026 | 12:40 WIB
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang

SEMARANG – Pagi itu, Jalan Raya Solo-Semarang di kawasan Bergas berubah menjadi lokasi duka. Seorang mahasiswa berusia 23 tahun tewas dalam sebuah kecelakaan tragis yang melibatkan sepeda motor dan sebuah truk pengangkut gas LPG. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/1/2025) pagi, menghentak kesibukan lalu lintas di jalur utama tersebut.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, korban diketahui berinisial ES. Ia adalah seorang pemuda asal Papua yang tengah menempuh pendidikan tinggi. Sayangnya, di mana tepatnya ia kuliah masih menjadi tanda tanya.

“Satu orang meninggal dunia yaitu dari pengendara sepeda motor dalam peristiwa ini,” jelas Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, kepada awak media.

Ia menambahkan, “Dilihat dari identitas, korban merupakan mahasiswa. Namun korban kuliah di mana masih kita dalami.”

Sementara itu, truk yang terlibat sudah diamankan. Kendaraan bernomor polisi H 8271 HC itu dikemudikan oleh seorang pria berusia 30 tahun asal Kabupaten Semarang bernama Gunadi.

Lantas, bagaimana kronologi kejadiannya? Menurut sejumlah saksi mata yang dihimpun polisi, kecelakaan ini bermula saat ES berusaha mendahului truk LPG yang ada di depannya. Manuver itu berakhir tragis.

“Saat korban mendahului truk muat elpiji, diduga oleng lalu terjatuh dan tertabrak truk tersebut,” papar AKP Lingga lebih lanjut.

Benturan yang terjadi sangat keras. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Nyaris tak ada waktu untuk pertolongan.

Kini, Unit Gakkum Sat Lantas Polres Semarang tengah bekerja keras. Mereka telah menyita kedua kendaraan sebagai barang bukti. Proses penyelidikan masih terus berjalan, dengan polisi berupaya mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi untuk mengungkap titik terang peristiwa memilukan ini. Upaya pendalaman penyebab pasti kecelakaan masih menjadi fokus utama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar