Rabu (28/1/2026) itu, suasana di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, seperti biasa: ramai dan padat. Lorong-lorong sempit di antara rumah-rumah berhimpitan itu tetap hidup dengan aktivitas warga. Tapi di balik keramaian yang sudah mendarah daging itu, ada rencana besar yang sedang disiapkan.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), bersama Pemprov DKI Jakarta, berencana mengubah wajah kawasan ini di tahun 2026 nanti. Mereka ingin Menteng Tenggulun tak sekadar kampung padat, melainkan jadi kawasan tematik yang punya karakter kuat.
Gagasannya macam-macam. Salah satu yang sedang digodok adalah menciptakan kampung kuliner. Namun begitu, konsep ini nggak cuma soal makanan. Ia akan terintegrasi dengan penataan hunian warga itu sendiri. Jadi, bukan sekadar mengecat dinding atau pasang plang, tapi benar-benar membenahi tempat tinggal.
Untuk mewujudkannya, Kementerian PKP melibatkan 50 arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. Bayangkan, setiap arsitek akan mengurusi satu unit rumah. Mereka bertanggung jawab merancang dan menata ulang tempat tinggal warga, satu per satu. Pendekatannya jadi lebih personal, bukan sekadar proyek massal.
Di sisi lain, perbaikannya nggak berhenti di depan pintu rumah. Fasilitas lingkungan juga akan ditingkatkan. Tujuannya jelas: mendukung konsep kampung tematik sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan. Program ini pada intinya ingin mengangkat martabat permukiman.
Selama ini, Menteng Tenggulun memang dikenal sebagai kantong padat penduduk di tengah gemerlap Menteng. Pemerintah berharap, transformasi ini nantinya bisa jadi contoh. Bagaimana menata kampung kota di tengah tekanan perkotaan yang makin keras, tanpa menghilangkan jiwa dan komunitas yang sudah ada di dalamnya.
Artikel Terkait
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar
Mahfud MD Sebut Video Ceramah Jusuf Kalla di UGM Dimutilasi untuk Adu Domba Umat Beragama