Lewat kanal YouTube pribadinya, Senin lalu, Amien Rais tak sungkan menyampaikan kritik pedas. Targetnya? Presiden Prabowo Subianto. Politikus senior itu secara terbuka memperingatkan sang presiden untuk melepaskan diri dari bayang-bayang dan pengaruh mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, konsistensi memerangi mafia yang mencengkeram Indonesia adalah kunci.
Amien bahkan menyebut Jokowi sebagai "manusia masa lalu". Ia khawatir, jika saran dari "wong Solo" itu terus didengarkan, justru akan membelokkan bahkan menjerumuskan langkah Prabowo ke depan.
"Saya melihat dengan rasa agak cemas kalau Pak Prabowo masih dilendotin atau jadi sandaran dari wong Solo itu, dari Mas Jokowi. Maka saya khawatir bahwa geng Solo itu akan terus menjerat langkah Pak Prabowo yang lebih ringan ke depan," ujar Amien Rais.
Di sisi lain, Amien mengaku masih ragu dengan komitmen antimafia Prabowo. Padahal, presiden sudah berulang kali bersumpah tak akan mundur. Ia ingat betul janji itu.
"Saya itu memang terus terang agak sedikit ragu-ragu karena dalam dua kesempatan Mas Prabowo mengatakan 'sumpah tak akan mundur lawan mafia, demi Allah saya tidak akan mundur setapun'," kata pendiri PAN tersebut.
Kritiknya tak berhenti di situ. Tokoh reformasi 1998 ini mendesak Prabowo segera membentuk tim pemikir yang lebih ringkas dan membumi. Tujuannya jelas: merancang strategi konkret memberantas mafia. Menurut Amien, praktik mafia sudah mengangkangi hampir semua sektor kehidupan nasional. Ia pernah menyindir Indonesia sebagai "Republik Mafia Indonesia" beberapa tahun silam mulai dari pangan seperti beras dan bawang, sampai ke ranah hukum yang ruwet.
"Tidak ada segi kehidupan nasional yang tidak dikangkangi oleh mafia. Jadi tolong mengerjakan saja bagaimana melepaskan pertambangan kita, kehutanan kita, perbangan kita dari mafia yang mencengkeram pemerintah," tegasnya.
Waktunya pun tak banyak. Amien mengingatkan, masa kepemimpinan Prabowo tinggal sekitar tiga setengah tahun lagi. Ia menekankan, tindakan tegas dan konsisten harus segera diwujudkan, tanpa belok-belok lagi.
Namun begitu, kritiknya ini ternyata diselingi pujian. Amien mengakui Prabowo punya bekal yang memadai untuk memimpin. Ia menyebut presiden kini sebagai seorang jenderal yang rajin berpikir dan dikenal sebagai kutu buku. Pengetahuan umumnya luas, hidupnya sudah berkecukupan. Ambisinya jadi presiden, kata Amien, masuk akal dan bukan untuk sekadar menumpuk harta.
"Maka ketika Prabowo punya ambisi ingin jadi Presiden RI, bekalnya sudah cukup... Tidak terbersit dalam hati dan pikirannya ingin jadi presiden supaya jadi orang kaya raya," puji Amien.
Bukti keseriusan visi Prabowo, lanjutnya, bisa dilihat dari dua buku yang ditulisnya: "Paradoks Indonesia dan Solusinya" serta "Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045".
Di akhir videonya, Amien Rais menyampaikan harapan. Ia berharap Prabowo konsisten dan tegas membatasi gerak "mafia-mafia dajal laknat". Hanya dengan begitu, rakyat bisa bernapas lega dan punya keyakinan akan masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Kementan Akselerasi Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi Antisipasi Kekeringan
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu