Tak cuma itu. Kemensos bersama mitra juga mendirikan dapur umum. Satu unit di Aceh Utara disebutkan mampu memasak 6.000 porsi per hari. Setelah fase darurat berlalu, penanganan masuk tahap berikutnya: rekontruksi dan rehabilitasi. Di sinilah peran Kemensos, dengan mandat dari Presiden, semakin kentara.
"Lalu sekarang apa yang kita kerjakan? Kita menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dan luka-luka," paparnya.
Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Nantinya, ketika korban sudah menempati Huntap atau Huntara, masih ada dukungan lanjutan. Mulai dari bantuan perabot rumah senilai Rp3 juta per keluarga, jaminan hidup (jadup) Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, hingga bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga. Prosesnya melalui usulan pemda, difinalisasi Muspida, dan divalidasi Mendagri.
"Data-datanya kami terima dari Pemerintah Daerah. Perlu waktu sebentar untuk verifikasi, maklum," ungkapnya kepada para penerima bantuan.
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi menyampaikan apresiasi mendalam.
"Kita patut menghargai semua pihak. Selama dua bulan musibah ini, dari unsur manapun, mereka sudah bersama-sama membantu dan memasang badan untuk penanganan bencana di sini," kata Tarmizi.
Acara penyerahan santunan itu juga dihadiri sejumlah tokoh. Tampak Anggota DPD RI Azhari Cage, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, serta perwakilan Forkopimda dan stakeholder terkait. Mereka menyaksikan langsung bagaimana bantuan pemerintah akhirnya menyentuh tangan yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan