Panglima TNI Serius Tinjau Kesiapan Prajurit dan Dukung Ketahanan Pangan di Garut

- Kamis, 22 Januari 2026 | 18:50 WIB
Panglima TNI Serius Tinjau Kesiapan Prajurit dan Dukung Ketahanan Pangan di Garut

Panglima TNI Turun Langsung Tinjau Batalyon di Garut

Garut, Jawa Barat – Kamis kemarin (22/1/2026), suasana di Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, tampak berbeda. Panglima TNI hadir langsung di markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 890/Gardha Sakti. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial belaka. Intinya, beliau mau memastikan sendiri kesiapan para prajurit dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial.

Tak cuma itu, ada satu hal yang tampaknya jadi perhatian khusus: dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Ya, isu pangan memang sedang hangat dibicarakan di mana-mana.

Selama di lokasi, Panglima menyempatkan diri berinteraksi dengan para prajurit. Beliau meninjau fasilitas satuan, melihat dari dekat bagaimana aktivitas pembinaan teritorial itu dijalankan sehari-hari. Dari raut wajahnya, terlihat serius namun sesekali diselingi tawa saat bercakap dengan anak buah.

Namun begitu, perhatiannya tak hanya tertumpu pada prajurit. Di sisi lain, masyarakat sekitar juga mendapat perhatian.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI secara simbolis menyerahkan bantuan sosial untuk warga. Ini jelas sebuah bentuk kepedulian nyata, upaya TNI untuk turut memperhatikan kondisi sosial dan kesejahteraan orang-orang yang tinggal di sekitar wilayah penugasan satuan.

Jadi, apa makna dari kunjungan ini? Secara gamblang, peninjauan ini menegaskan komitmen pimpinan tertinggi TNI. Mereka betul-betul mendukung program strategis pemerintah, terutama soal ketahanan pangan. Caranya? Melalui peran aktif satuan-satuan teritorial seperti Gardha Sakti ini.

Pada akhirnya, semua bermuara pada satu tujuan: memperkuat lagi kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ikatan itu harus terus dijaga, bukan?

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar