Sebuah kejadian yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang. Sekitar dua ratus kilogram limbah besi yang ternyata terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137, lenyap dari tempat penyimpanannya di PT Peter Metal Technology (PMT). Bukan hilang begitu saja, besi berbahaya itu dicuri.
Polisi akhirnya bergerak cepat. Dari penyelidikan, empat orang berhasil diamankan. Mereka adalah RO (26), yang diduga sebagai pelaku utama, serta dua orang sekuriti perusahaan berinisial SA dan MZ. Satu lagi, SM (29), seorang penadah yang punya lapak barang bekas.
Menurut Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, semua berawal dari informasi yang beredar soal dugaan pencurian itu.
"Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Cikande langsung turun tangan. Penyidikan dilakukan, dan alhamdulillah, keempat pelaku bisa kita amankan," ujar Condro, Rabu (10/12).
Penangkapan dimulai dari RO. Pria 26 tahun itu diamankan pada Senin pagi, 8 Desember lalu, di Desa Mander. Perannya jelas: dia yang membawa keluar limbah berbahaya itu dari dalam pabrik.
Dari pengakuan RO, polisi kemudian memburu dua sekuriti perusahaan, SA dan MZ. Keduanya diduga memfasilitasi aksi RO dengan memberi akses keluar-masuk area penyimpanan yang seharusnya dijaga.
"Mereka ini yang membuka jalan. Mempermudah RO mengambil dan mengeluarkan limbah besi yang terkontaminasi radioaktif itu," terang Condro.
Nasib Limbah Berbahaya: Cuma Dihargai Rp 5.000 per Kilo
Lalu, kemana barang berbahaya itu dibawa? Ternyata, hasil curian itu langsung dijual ke sebuah lapak barang bekas. Pemiliknya adalah SM, warga asal Madura yang lapaknya berada di Kecamatan Bandung. Harganya? Sungguh tak sebanding dengan risikonya: cuma Rp 5.000 per kilogram.
"Kita amankan si penadah, SM ini. Karena semua besi curian itu dia yang terima dan beli dengan harga sangat murah," jelas Condro.
Menyadari bahaya yang mengancam, polisi langsung berkoordinasi dengan Tim KBRN Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten. Lapak milik SM segera diperiksa secara menyeluruh. Dan kekhawatiran itu terbukti.
"Pemeriksaan wajib dilakukan mengingat barangnya adalah limbah radioaktif. Hasilnya, beberapa jenis limbah di lapak itu memang terdeteksi memiliki tingkat radiasi yang cukup tinggi oleh alat," kata Condro.
Dia menegaskan, kasus ini jauh lebih serius dari sekadar pencurian biasa. Ini soal keselamatan publik. Limbah yang mengandung Cesium-137 bisa membahayakan banyak orang jika tersebar tanpa kontrol.
Untungnya, seluruh limbah besi yang dicuri itu berhasil diamankan dan dikembalikan ke tempat semula. Lapak barang bekasnya pun sudah disterilisasi untuk mencegah penyebaran kontaminasi lebih luas.
"Kami minta masyarakat berhati-hati. Jangan sembarangan membeli atau memindahkan barang yang diduga mengandung zat radioaktif. Ini untuk keselamatan kita semua," tandas Kapolres Serang itu menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu