"Cuaca ekstrem terjadi salah satunya karena kurangnya tutupan lahan. Makanya kita harus giat menanam. Setiap hari. Harapannya, setiap orang punya kontribusi," kata Maryadi menekankan.
Antisipasi Cuaca Ekstrem
Di sisi lain, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengakui masih ada beberapa titik rawan di kota ini. Terutama saat hujan deras mengguyur tanpa ampun.
"Seperti kejadian talud ambrol kemarin. Sebenarnya sudah kami rencanakan pembangunannya untuk mengantisipasi. Tapi, pembangunan belum sempat dilakukan, banjir dan gogosan (ambrol) sudah lebih dulu datang," jelas Hasto.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot Yogyakarta berencana berkolaborasi dengan BBWSSO. Fokusnya pada pembangunan tanggul yang lebih permanen.
"Kita akan mengatasinya secepat mungkin," tegasnya.
Ia juga menyoroti beberapa rumah warga yang terdampak. Bagian bawah bangunan ada yang longsor diterjang banjir.
"Ini juga akan kami tangani secepatnya. Bukan dengan beronjong sementara, tapi dengan pembangunan permanen," pungkas Hasto.
Jadi, meski sungai pagi itu terlihat tenang, kerja-kerja merawatnya tak boleh berhenti. Semuanya berjalan beriringan, dari hulu ke hilir, demi mengantisipasi apa yang mungkin datang.
Artikel Terkait
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan
Prabowo Kembali ke Downing Street, Bahas Lanjut Kemitraan dengan PM Starmer
200 Triliun untuk UMKM, Kok Malah Ngendon di Pasar Modal?