Dua video yang beredar di media sosial belakangan ini benar-benar bikin banyak orang merenung. Intinya sih, sama-sama soal momen pertama terima gaji. Tapi nasib yang digambarkan, jauh bagai langit dan bumi.
Video pertama tunjukkan pegawai MBG lagi buka amplop gaji perdana. Wajahnya sumringah, tak bisa menyembunyikan kegirangan. Pas diliat, isinya ternyata jutaan rupiah dalam bentuk uang pecahan seratus ribuan. Rincian gaji di SPPG yang muncul di video itu cukup mencengangkan: ahli gizi dan akuntan dapat lima juta, tukang cuci piring 2,7 juta, sopir tiga juta, dan Kepala SPPG-nya sendiri mencapai tujuh juta rupiah.
Nah, bandingkan dengan video kedua. Seorang guru honorer bergelar S.Pd. ditemani ibunya, dengan hati berdebar membuka amplop gaji pertamanya. Perjalanan panjang kuliah dengan biaya yang nggak murah akhirnya berujung di momen ini. Tapi apa yang terjadi? Isi amplop itu bahkan tak mencapai dua ratus ribu rupiah. Sungguh sebuah kontras yang menusuk.
Video perbandingan itu sendiri diunggah oleh akun @kenhans03 pada 20 Januari 2026, dan langsung memantik gelombang komentar pedas.
Sama-sama membuka amplop gaji pertama pegawai MBG dan Guru Honorer.
Di kolom respons, banyak netizen yang menyoroti nasib guru. Salah satunya, akun @djenggotz_, yang menyampaikan keluh kesah dengan nada getir.
Guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa tapi pahlawan yang dilupakan. Ketika anak berhasil, yang dipuji adalah si anak, orang tuanya siapa, bersekolah dimana. Namun, ketika anak didik gagal, yang dipersalahkan pastilah guru yang dituding tidak becus mengajar.
Namun begitu, ada juga yang melihat persoalannya bukan sekadar perbandingan gaji. Seorang pengguna bernama @EastDawn2 mengajak melihat sumber anggarannya, dengan nada prihatin.
Bikin menghela nafas. Kerasa banget masyarakat dibenturkan satu sama lain. Karyawan MBG hanya cari rezeki, tp mereka mesti sadar anggaran MBG yg dipake utk menggaji mereka itu diperoleh dari hutang & memotong anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan yg dipakai utk menggaji guru.
Reaksi lainnya datang dari @tokaidirecycle, yang hanya menyertakan tangkapan layar video guru honorer itu dengan caption singkat penuh tanda tanya dan emoji tangis.
Ini beneran ? 🤔ðŸ˜
Dua video sederhana itu, pada akhirnya, berhasil menyulut percikan diskusi yang lebih besar. Bukan cuma soal nominal di selembar amplop, tapi juga tentang nilai, prioritas, dan ironi yang terasa begitu nyata. Banyak yang cuma bisa geleng-geleng melihatnya.
Artikel Terkait
Buronan KKB Tewas Ditembak Satgas di Puncak Jaya
Polisi Tasikmalaya Bongkar Jaringan Perburuan dan Penjualan Trenggiling
Yos Rizal Pimpin GMKI FMIPA UNIMED Periode 2026-2027
Perselisihan Anak Picu Pembunuhan Parang di Pulau Kodingareng, Pelaku Serahkan Diri