Putra Mahkota Pengasingan Janjikan Pengakuan Israel dan Hentikan Nuklir Jika Berkuasa

- Jumat, 16 Januari 2026 | 11:40 WIB
Putra Mahkota Pengasingan Janjikan Pengakuan Israel dan Hentikan Nuklir Jika Berkuasa

Dalam sebuah pesan video yang disiarkan pekan lalu, Reza Pahlavi membuat pernyataan yang cukup berani. Putra mahkota Iran yang hidup di pengasingan itu secara resmi menyatakan, jika suatu hari nanti rezim di Tehran runtuh dan ia yang memimpin, ada dua hal besar yang akan dilakukannya: mengakui Israel dan menghentikan program nuklir militer negaranya.

Pernyataannya tanggal 15 Januari 2026 itu jelas bukan sekadar wacana. Disampaikan dalam bahasa Inggris, pesan itu ditujukan untuk audiens global, di tengah gelombang protes yang kembali mengguncang Iran sejak awal tahun. Banyak yang melihat ini sebagai langkah strategis untuk meraih dukungan, terutama dari kalangan tertentu di Washington.

Reza Pahlavi sendiri bukan nama baru. Dia adalah putra tertua dari Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan oleh revolusi 1979. Sejak meninggalkan Iran tahun 1978, pria ini tak pernah kembali. Kini ia menetap di AS, tepatnya di pinggiran Washington DC, bersama istri dan tiga anak perempuannya.

Lalu, apa saja poin konkret rencananya?

Pertama, soal Israel. Pahlavi berjanji akan segera memberikan pengakuan diplomatik. Tak cuma itu, ia ingin memperluas perjanjian Abraham Accords menjadi sesuatu yang ia sebut "Cyrus Accords" – sebuah nama yang sarat simbol sejarah Persia.

Kedua, mengenai isu nuklir yang selalu panas. Ia bersumpah akan menghentikan seluruh program nuklir militer Iran. Visinya adalah menjadikan Iran sebagai mitra keamanan global, bukan ancaman.

Dan ketiga, normalisasi hubungan dengan Amerika Serikat. Ia berniat membuka kembali jalur diplomasi dan bekerja sama memerangi terorisme serta paham ekstrem.

Pesan video itu, yang diliput oleh sejumlah media besar, beredar luas di internet. Isinya langsung memicu beragam spekulasi. Apakah ini sinyal bagi para demonstran di dalam negeri? Atau justru pesan untuk kekuatan asing? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar