Bencana Sumatera Picu Lonjakan Kemiskinan, Cak Imin: Kelas Menengah pun Terancam

- Kamis, 15 Januari 2026 | 15:24 WIB
Bencana Sumatera Picu Lonjakan Kemiskinan, Cak Imin: Kelas Menengah pun Terancam

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera baru-baru ini meninggalkan luka yang dalam. Tak cuma soal bangunan yang hancur atau korban jiwa yang berjatuhan. Menurut Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dampaknya merembet jauh lebih luas, hingga menyentuh kondisi perekonomian nasional.

Banyak warga yang terdampak langsung kehilangan mata pencaharian. Mereka yang sehari-hari mengandalkan pertanian, misalnya, kini hanya bisa memandang lahan mereka yang rusak parah. Situasi ini, kata Cak Imin sapaan akrabnya jelas mendorong angka kemiskinan naik.

"Jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat," ujarnya.

Dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (15/1), ia memaparkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Kontribusi bencana ini terhadap kemiskinan nasional diprediksi mencapai 0,49%. Bahkan, kemiskinan ekstrem diperkirakan naik 0,20%.

Rapat yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian selaku Kepala Satgas itu juga dihadiri sejumlah menteri. Mulai dari Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur AHY, hingga Menteri PU Dody Hanggodo.

Di tengah para pejabat itu, Ketua Umum PKB ini menekankan satu hal: penanganan masalah kemiskinan baru di Sumatera harus cepat. Langkah pertama yang mendesak adalah mengonsolidasikan data. Data yang valid dan jelas.

"Dan data ini perlu ditindaklanjuti dengan dua aspek," tegas Cak Imin.

"Aspek yang pertama, segera menangani kemiskinan baru di Sumatera. Yang kedua, yang agak mengkhawatirkan adalah turun secara drastis jumlah kelas menengah."

Memang, sebelum bencana menerjang, angka kemiskinan nasional sempat menunjukkan tren penurunan. Namun begitu, jumlah kelas menengah justru sudah menyusut. Bencana ini seperti memperparah keadaan. Kegiatan ekonomi mandek, sementara para pelaku usaha kehilangan modal mereka.

"Dalam aspek pemberdayaan, kita harapkan anggaran-anggaran difokuskan kepada yang pertama, pemulihan aset ekonomi," paparnya.

Lalu, apa solusinya? Cak Imin menyebut beberapa opsi. Memperbanyak uang beredar di daerah terdampak adalah salah satunya. Kemudian, intervensi bantuan harus betul-betul sesuai kebutuhan masyarakat setempat, bersifat partisipatif. Program padat karya tunai atau cash for work, menurutnya, harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat saat ini. Itu cara nyata untuk menggerakkan kembali roda ekonomi sekaligus memberi napas kepada warga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar