Program besar-besaran itu memang jadi agenda prioritas. Tahun ini saja targetnya 60 ribu sekolah, dengan rencana bertahap hingga 300 ribu sekolah sampai akhir masa jabatan. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan belajar yang layak dan aman untuk semua.
Bagi Esther, kebijakan semacam ini adalah harapan besar untuk pemerataan pendidikan berkualitas. Ia melihat SMA Taruna Nusantara sebagai contoh nyata sekolah unggulan yang bisa membuka jalan, terlepas dari latar belakang siswa. “SMA Taruna Nusantara adalah salah satu SMA yang bisa menjadi jalur bagi saya untuk mencapai cita-cita,” katanya.
Di sini, Esther belajar banyak hal. Bukan cuma akademik, tapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan kepedulian. “Mulai dari menghormati, peduli terhadap lingkungan, dan juga untuk belajar mengadaptasi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sistem kedisiplinan yang diterapkan di sekolahnya, menurutnya, jadi nilai pembeda. Sistem itu menanamkan rasa hormat kepada siapa pun tanpa pandang bulu.
Siswi asal Jakarta ini bercita-cita masuk Akpol sebagai bentuk pengabdian. Ia berharap di bawah kepemimpinan Prabowo, makin banyak anak Indonesia yang mendapat kesempatan sekolah berkualitas. “Saya berharap, banyak sekali cita-cita agar anak Indonesia dapat bersekolah di sekolah yang unggul, tidak dilihat mau dari segi manapun, itu jenis keluarga, jenis lingkungan ataupun pendidikan,” pungkasnya.
Pesan Untuk Prabowo
Harapan terhadap masa depan pendidikan juga mengemuka dari Mutiara Nova Dwiyanti, siswi kelas XI lainnya. Sebagai siswa yang sedang ditempa dalam sistem berbasis karakter, ia merasa bangga dengan kunjungan presiden.
Kehadiran Prabowo, baginya, adalah simbol kuat perhatian negara pada dunia pendidikan. “Terima kasih Bapak atas kunjungan yang telah diberikan pada kami. Sungguh kami berterima kasih banyak, kami senang sekali atas kunjungan Bapak,” ujarnya penuh keyakinan bahwa presiden bisa memajukan sektor ini.
Mutiara yakin, pendidikan yang kuat adalah fondasi utama untuk membentuk generasi muda dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Harapannya semoga pendidikan Indonesia ini menjadi tonggak utama yang bisa memperbaiki para penerus generasi muda. Pendidikan itu baik, tentunya Indonesia ke depannya bakal lebih baik,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan optimisme. “Semoga ke depannya Indonesia bisa menjadi negara yang makin berkembang dan makin maju dengan sumber daya manusianya yang lebih maju lagi,” harap Mutiara.
Artikel Terkait
Saksi Sahroni: Saya Tidak Korupsi, Tapi Dijarah Rp 80 Miliar
Presiden Prabowo Kagumi Bocah Komandan PBB, Langsung Beri Beasiswa Polisi
Wisuda Tertunda, Program Residen Ditutup: Eksploitasi Dana Picu Sanksi Keras di Unsri
Bayi Lima Bulan Terkunci Sendirian, Damkar Balikpapan Buru-buru Naik Motor