Yayasan Al I’tisham Bogor Luncurkan Bumi Ta’aruf, Jawab Keresahan Pernikahan Umat

- Selasa, 13 Januari 2026 | 21:50 WIB
Yayasan Al I’tisham Bogor Luncurkan Bumi Ta’aruf, Jawab Keresahan Pernikahan Umat
Artikel Bumi Ta'aruf

Bogor – Di tengah upaya memperkuat peran masjid dalam kehidupan sehari-hari, Yayasan Al I’tisham Bogor punya gebrakan baru. Mereka resmi meluncurkan program bernama Bumi Ta’aruf. Fokusnya jelas: menjawab persoalan umat, terutama yang berkaitan dengan pernikahan dan upaya membangun ketahanan keluarga.

Peluncuran ini diumumkan dalam Rapat Kerja Yayasan, Sabtu (10/1/2026) lalu. Tempatnya di Aula Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor.

Menurut Ketua Yayasan Al I’tisham, Ustaz Hendri Tanjung, Bumi Ta’aruf ini bukan program asal-asalan. Ini bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan solusi atas masalah yang dihadapi umat sekarang.

“Memasuki tahun 2026, Yayasan Al I’tisham meluncurkan satu program lagi, yaitu Bumi Ta’aruf,” ujarnya.

“Ini adalah ikhtiar masjid untuk membantu umat membangun pernikahan yang kuat, terarah, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tambah Ustaz Hendri, yang juga dikenal sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor.

Lalu, apa yang melatarbelakangi program ini? Faishal, si Penanggung Jawab Program, punya penjelasannya. Katanya, Bumi Ta’aruf lahir dari sebuah keprihatinan yang mendalam.

Angka perceraian yang makin tinggi jadi salah satu pemicu. Belum lagi fenomena usia pernikahan yang terasa makin singkat, atau banyaknya orang dewasa yang belum juga menikah. Situasi-situasi inilah yang coba dijawab.

“Bumi Ta’aruf dibuat untuk menjawab keresahan umat terkait persoalan pernikahan,” jelas Faishal.

“Masjid harus hadir sebagai tempat mencari solusi. Program ini dirancang agar peserta benar-benar siap menikah, baik dari sisi iman, mental, maupun tanggung jawab keluarga,” tegasnya.

Secara teknis, program ini dirancang cukup intensif. Peserta akan menjalani pembinaan selama enam bulan penuh, dengan 12 kali pertemuan. Materinya beragam, mulai dari persiapan mental menikah, cara mengelola keuangan rumah tangga, sampai pentingnya kesehatan jasmani dan rohani. Mereka juga akan mendapat konseling syariah dari para profesional di bidangnya.

Nah, soal proses ta’arufnya sendiri, Faishal menekankan bahwa semua akan dijalankan dengan tertib dan menjaga adab syar’i. Selama masa pembinaan berlangsung, peserta laki-laki dan perempuan sama sekali tidak akan dipertemukan secara langsung.

“Setelah pembinaan selesai, peserta menyusun CV diri secara jujur yang kemudian dipertukarkan melalui mediator,” pungkas Faishal.

“Tidak ada komunikasi langsung antar peserta. Jika sudah ada kecocokan, proses dilanjutkan ke tahap nazhar dengan melibatkan keluarga masing-masing.”

Untuk yang berminat, pendaftaran akan dibuka dalam waktu dekat. Caranya secara daring, dan info lengkapnya bisa dilihat di akun Instagram resmi Bumi Ta’aruf. Program ini terbuka untuk umum, meski prioritas diberikan pada calon peserta di sekitar Masjid Al I’tisham Budi Agung dan wilayah Kota Bogor. Target awal mereka sederhana: minimal 10 peserta laki-laki dan 10 perempuan.

Harapannya besar. Dengan Bumi Ta’aruf, Yayasan Al I’tisham Bogor berkeinginan agar masjid tak sekadar tempat ibadah. Lebih dari itu, ia harus aktif membangun keluarga yang sakinah, penuh mawaddah dan rahmah. Kontribusi nyata untuk mengurai problematika rumah tangga di masyarakat. []

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar