Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu lalu, menyoroti persoalan yang cukup pelik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pengiriman relawan kesehatan ke Sumatera terhambat oleh biaya tiket pesawat yang selangit.
Padahal, menurut Budi, minat untuk membantu justru sangat besar. Relawan berdatangan dari berbagai penjuru dikirim pemda, rumah sakit, fakultas kedokteran, sampai dari tubuh Ikatan Dokter Indonesia sendiri. Tapi niat baik itu terbentur harga tiket.
"Karena kita ngirimnya tuh dua minggu tuh 800, 700 (relawan). Akhirnya kemarin sempat, ya karena kita yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia. Karena murah tuh lewat kirim ke Malaysia tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta, kan," ujar Budi.
Solusi transit via Malaysia itu memang memangkas biaya. Namun, menimbulkan cerita lain yang bikin tak enak hati.
Bayangkan saja. Sekitar 400 relawan Kemenkes tiba dari Malaysia dengan seragam biru khas mereka. Lalu, muncullah postingan di media sosial. "Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang," begitu kira-kira bunyinya.
"Jadi kan kita juga jadi, kok enggak enak gitu di sananya," ungkap Menkes dengan nada kesal. Situasi itu jelas tak ingin terulang.
Karenanya, Budi pun mengajukan permintaan khusus. Ia berharap ada kebijakan tiket pesawat dengan harga khusus untuk relawan bencana. Harganya jangan sampai jauh berbeda dengan tiket transit via Malaysia.
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%