Ia mengakui, memang ada juga korban dari kalangan Muslim dalam kekerasan yang terjadi. Tapi menurut penilaiannya, mayoritas korban justru berasal dari komunitas Kristen.
Di sisi lain, pemerintah Nigeria membantah keras tuduhan adanya penganiayaan sistematis terhadap kelompok Kristen. Otoritas setempat berargumen bahwa kelompok militan bersenjata itu sudah menelan banyak korban dari kedua belah pihak, baik Muslim maupun Kristen.
Mereka juga menyatakan komitmen untuk tetap bekerja sama dengan Amerika Serikat. Tujuannya satu: memerangi ancaman teroris yang mengganggu keamanan bersama.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Buka Suara di Netflix: Polisi Bunuh, Tentara Berpolitik, Presiden Maafkan Koruptor
Banteng Berhoodie: PDIP Luncurkan Maskot Barata di Rakernas ke-53
Pasien Diduga Super Flu Meninggal di RSHS, Komorbid Jadi Sorotan
Lima Desa di Aceh Masih Gelap Gulita Pascabencana, Tiang Listrik Roboh Berantakan