Ia mengakui, memang ada juga korban dari kalangan Muslim dalam kekerasan yang terjadi. Tapi menurut penilaiannya, mayoritas korban justru berasal dari komunitas Kristen.
Di sisi lain, pemerintah Nigeria membantah keras tuduhan adanya penganiayaan sistematis terhadap kelompok Kristen. Otoritas setempat berargumen bahwa kelompok militan bersenjata itu sudah menelan banyak korban dari kedua belah pihak, baik Muslim maupun Kristen.
Mereka juga menyatakan komitmen untuk tetap bekerja sama dengan Amerika Serikat. Tujuannya satu: memerangi ancaman teroris yang mengganggu keamanan bersama.
Artikel Terkait
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk