Dari Phnom Penh, Chen Zhi akhirnya dipulangkan ke China. Ini terjadi Rabu lalu, tanggal 7 Januari, setelah pemerintah China mengonfirmasi proses ekstradisinya dari Kamboja. Pria yang dikenal sebagai pendiri Prince Group itu dituduh sebagai otak di balik jaringan penipuan skala besar. Proses pemulangannya sendiri tak lepas dari dukungan penuh otoritas setempat.
Kementerian Keamanan Publik China, dalam pernyataannya, menyebut momen ini sebagai pencapaian penting. Kerja sama penegakan hukum antara kedua negara, kata mereka, membuahkan hasil nyata. Chen Zhi langsung dikawal dari Kamboja ke tanah airnya.
“Aparat telah mengambil tindakan hukum wajib terhadap Chen Zhi sesuai dengan peraturan,” begitu bunyi laporan CCTV yang dirilis Reuters. Otoritas menegaskan bahwa Chen adalah warga negara China. Untuk sekarang, kasusnya masih terus diselidiki lebih lanjut.
Di sisi lain, Beijing punya rencana lain. Kepada AFP, mereka mengisyaratkan akan merilis daftar buronan yang dianggap sebagai anggota inti geng Chen Zhi. Pemerintah juga mengimbau para buronan lainnya untuk segera menyerahkan diri jangan sampai dicari.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik