"Nah, ini harus di-clear-kan oleh penyidik, sehingga penyidik tidak sewenang-wenang dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka," tegas Zainul.
Di sisi lain, Zainul meminta penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bekerja transparan. Menuntaskan penyidikan dengan dasar hukum yang kuat sangat penting, katanya, untuk melindungi hak kliennya sebagai pejabat publik.
Perjalanan status hukum Hellyana sendiri cukup berliku. Sebelumnya, ia pernah diperiksa di Bareskrim pada 15 November 2025 lalu, masih berstatus saksi. Statusnya berubah naik menjadi tersangka pada Desember 2025. Pemeriksaan perdana dengan status tersangka baru dilaksanakan Rabu ini.
Hellyana menghadapi tuduhan pelanggaran pasal pemalsuan surat, pemalsuan akta autentik, hingga penggunaan gelar akademik yang dianggap tidak benar. Namun dari kubu Hellyana, bantahan keras terus dilayangkan. Mereka bersikukuh bahwa ijazah tersebut asli adanya. Kendala yang ada, menurut mereka, cuma soal administratif proses legalisir yang terhambat karena kampus penerbit ijazah dilaporkan sudah tutup sejak tahun 2024.
Artikel Terkait
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah