Kalau kita ingat-ingat lagi suasana kampanye Pilpres dulu, ada satu hal yang bikin orang tersenyum. Kedua kandidat, meski beda latar, ternyata punya kesamaan yang lucu: sama-sama suka joget. Gerakannya mungkin beda, tapi semangatnya sama. Ingin dekat dengan rakyat, katanya.
Namun begitu, di balik tawa dan gelak itu, ada cerita lain yang mengendap. Ternyata, keduanya punya ketergantungan yang dalam pada sesuatu yang bernama “minyak”. Ya, minyak. Tapi jenisnya berbeda.
Yang satu, seperti kita tahu, hidupnya diwarnai oleh urusan minyak bumi. Dari sanalah kekuatan dan tantangannya berpusat. Proyek-proyek besar, lobi-lobi internasional, semuanya beraroma crude oil yang khas.
Artikel Terkait
Dokter Naik Pitam soal Komentar Pandji, Tapi Dulu Diam Saat Prabowo Sindir Fisik Bahlil
Sutoyo Abadi: Presiden Terkurung, Staf Strategis Didesak Mundur
Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Berpisah Setelah 29 Tahun
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara