Dua Calon, Dua Jenis Minyak: Ketergantungan yang Mengikat Dua Kandidat

- Rabu, 07 Januari 2026 | 06:40 WIB
Dua Calon, Dua Jenis Minyak: Ketergantungan yang Mengikat Dua Kandidat

Kalau kita ingat-ingat lagi suasana kampanye Pilpres dulu, ada satu hal yang bikin orang tersenyum. Kedua kandidat, meski beda latar, ternyata punya kesamaan yang lucu: sama-sama suka joget. Gerakannya mungkin beda, tapi semangatnya sama. Ingin dekat dengan rakyat, katanya.

Namun begitu, di balik tawa dan gelak itu, ada cerita lain yang mengendap. Ternyata, keduanya punya ketergantungan yang dalam pada sesuatu yang bernama “minyak”. Ya, minyak. Tapi jenisnya berbeda.

Yang satu, seperti kita tahu, hidupnya diwarnai oleh urusan minyak bumi. Dari sanalah kekuatan dan tantangannya berpusat. Proyek-proyek besar, lobi-lobi internasional, semuanya beraroma crude oil yang khas.

Di sisi lain, sang lawan punya cerita dengan minyak yang berbeda. Minyak sawit. Cairan emas yang menjadi urat nadi perekonomian di banyak wilayah. Dari sini pula dukungan dan kritik mengalir deras.

Dua dunia, dua jenis minyak. Tapi efeknya sama: bikin kecanduan. Persis seperti guyonan yang sedang viral di Twitter beberapa waktu lalu.

Gambar dan kata-kata itu seakan menyimpulkan semuanya dengan jenaka. Cukup satu kalimat dan dua emoji untuk menggambarkan dinamika yang sebenarnya kompleks. Lucu, ya? Tapi kadang, dari lelucon pendek seperti ini, kita justru bisa melihat lebih jelas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar