Kalau kita ingat-ingat lagi suasana kampanye Pilpres dulu, ada satu hal yang bikin orang tersenyum. Kedua kandidat, meski beda latar, ternyata punya kesamaan yang lucu: sama-sama suka joget. Gerakannya mungkin beda, tapi semangatnya sama. Ingin dekat dengan rakyat, katanya.
Namun begitu, di balik tawa dan gelak itu, ada cerita lain yang mengendap. Ternyata, keduanya punya ketergantungan yang dalam pada sesuatu yang bernama “minyak”. Ya, minyak. Tapi jenisnya berbeda.
Yang satu, seperti kita tahu, hidupnya diwarnai oleh urusan minyak bumi. Dari sanalah kekuatan dan tantangannya berpusat. Proyek-proyek besar, lobi-lobi internasional, semuanya beraroma crude oil yang khas.
Artikel Terkait
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar
Proyek Wisata Green Topejawa Mangkrak, Aktivis Desak Audit Total
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos